
KAMPUNGBERITA.ID – Keberadaan Hokky Swalayan di Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo diprotes warga sekitar. Apalagi, mereka tidak merekrut warga sekitar, utamanya warga RW 04, sebagai pekerja di swalayan tersebut.
Ketua RW 04, Kelurahan Klampis Ngasem, Eko Busono mengatakan, bangunan swalayan tersebut sudah berdiri dan proses pembangunan selama setahun. “Awalnya kami tidak tahu bangunan itu akan dijadikan apa, karena tidak ada pemberitahuan ke warga sekitar, “ujar Eko ketika dikonfirmasi Senin (2/8/2021).
Namun demikian, lanjut Eko, sekitar sebualn ini dirinya baru yakin bahwa bangunan tersebut bakal dijadikan Hokky Swalayan. Informasinya, swalayan tersebut akan buka Agustus ini.
“Jadi, mulai awal pembangunan sampai sekarang manajemen Hokky Swalayan
tidak pernah ada komunikasi dengan kami. Istilahnya tidak pernah izin atau kulo nuwun ke warga,” beber dia.
Eko pun kemudian mempertanyakan izin atas rencana bukanya swalayan tersebut. Sebab warga sama sekali belum pernah mendapatkan sosialisasi terkait pembangunan Hokky Swalayan tersebut.
Lebih jauh, Eko menandaskan, jika Hokky Swalayan nanti sudah beroperasi, diprediksi akan ada dampak negatif ke warga. Misalnya, semakin padatnya kendaraan di sekitar kampung dan berikutnya persoalan sampah yang belum diketahui bakal ditampung atau dibuang ke mana.
Selain itu, Yang disayangkan Eko adalah tidak direkrutnya warga sekitar sebagai pekerja di Hokky Swalayan.
“Saya sebagai pengurus RW ini selalu ditanya oleh warga, apa Swalayan Hokky tak mencari pekerja warga sekitar?”tutur dia.
Menurut dia, jika pihak Hokky Swalayan mengabaikan warga, itu sangat disayangkan. Sebab, warga yang juga tetangga dari swalayan tersebut, saat pandemi Covid-19 ini banyak yang di PHK. “Kita akhirnya cuma bisa ngiler saja,”imbuh dia.
Eko mengaku pernah pada suatu waktu diberi uang oleh seorang pekerja yang mengaku dari pihak Hokky Swalayan. Namun, pemberian tersebut ditolaknya, karena tak jelas.
“Uangnya ditaruh di amplop, terus saya disuruh tanda tangan di kuitansi kosong. Ya jelas saya tolak, buat apa ini? Yang kami inginkan bukan uang,” tegas dia.
Eko menambahkan, dengan merekrut warga sekitar ini adalah mengikuti program dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. “Pak Eri waktu kampanye memprogramkan perusahaan diwajibkan merekrut warga sekitar sebagai kearifan lokal,” imbuh dia.
Manajemen Hokky Swalayan yang dikonfirmasi terkait masalah ini, Minggu (1/8/2021), sedang tidak ada di kantor. Kemudian dijanjikan keesokan harinya atau Senin (2/8/2021) Namun, ketika didatangi manajemen enggan berkomentar. “Kata pak Yosep (manajer) cancel,”terang Rohmad, security Hokky Swalayan. KBID-BE

