
KAMPUNGBERITA.ID – Pesawat yang dikirimkan untuk menjemput WNI di Wuhan karena virus corona, China sudah mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu (2/2). Sebanyak 200 lebih WNI dievakuasi dari Wuhan. Saat keluar dari pesawat para WNI disemprot disenfektan oleh petugas. Penyemprotan ini dilakukan selama satu jam.
Saat para WNI dari Wuhan, China itu tiba di Bandara Hang Nadim, Batam mereka kemudian berpindah ke pesawat yang sudah disiapkan untuk menuju ke Natuna, Kepulauan Riau.
Sebanyak 3 pesawat sudah disiapkan untuk membawa para WNI yang tiba di Batam dari Wuhan menuju ke Natuna, Kepulauan Riau.
Pesawat yang telah disiapkan di Bandara Hang Nadim, Batam antara lain adalah pesawat Hercules C130 dan dua pesawat Boeing 737-400 yang merupakan milik TNI AU.
Proses screaning dan hearing sudah dilakukan agar WNI yang akan dipulangkan dari Wuhan berada dalam kondisi tubuh sehat. Hal ini telah disampaikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto.
“Nantinya akan kita lakukan transi observasi sesuai protokol WHO,” kata Terawan seperti dilansir Liputan6.com.
Terawan juga menjelaskan akan terus memantau serta memeriksa dengan disiplin. Agar yang bertugas menjemput tetap sehat dan yang dijemput juga sehat.
“Kami akan terus memantau, memeriksa dengan disiplin. Saya yakin, doa dan restu seluruh bangsa Indonesia, semua ini akan kerja dengan baik. Yang menjemput sehat, yang dijemput juga sehat,” ucapnya.
Sementara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut total 285 warga negara Indonesia diobservasi di Natuna, Kepulauan Riau. Mereka diketahui baru saja kembali dari Wuhan, China.
Dari 285 WNI tersebut terdiri dari 243 WNI yang sempat tinggal di Wuhan, China, berikut tim advance dan 42 orang tim penjemput.
“Sehingga total orang yang akan menjalankan observasi adalah 285. Sampai saat ini Alhamdulillah mereka dalam kondisi sehat,” ujar Retno usai menggelar rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Minggu (2/2).
Retno mengatakan, sebanyak 285 orang tersebut akan diobservasi di Natuna selama 14 hari. Untuk memaksimalkan masa observasi, menurut Retno, Menteri Kesehatan Terawan akan membuka kantor di Natuna.
“Menteri Kesehatan bersama dengan tim akan membuka kantor di Natuna. Dan juru bicara dari Menteri Kesehatan dari waktu ke waktu akan menyampaikan update perkembangan,” kata dia.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, dipilihnya Natuna sebagai tempat isolasi warga negara Indonesia dari Wuhan, China, karena pulau tersebut jauh dari permukiman penduduk.
Selain itu, Natuna dipilih karena memiliki pangkalan militer dengan fasilitas rumah sakit yang dikelola oleh tiga matra TNI yakni Darat, Laut dan Udara.
Hadi menambahkan, jarak landasan (runway) pangkalan militer ke rumah sakit tempat isolasi sangat dekat. Terlebih, fasilitas rumah sakit diyakini mampu menampung hingga 300 pasien.KBID-NAS

