
KAMPUNGBERITA.ID – Wakil Wali Kota Malang Ir H Sofyan Edi Jarwoko, menyambut positif penguatan pendidikan karakter melalui budaya dan bahasa Jawa di Kota Malang dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan di sekolah.
Satu contoh, orang tua bersama putra-putrinya melaksanakan giat sosial atau belanja ke pasar, menggunakan bahasa jawa yang bagus (kromo). “Dikemas ke dalam video vlog, lanjut diunggah ke media sosial atau Youtube. Bagian dari pelestarian budaya dan bahasa jawa,” kata Bung Edi, sapaan Wawali Kota Malang.
Arahan ini, diutarakan Wawali saat membuka Bimtek Bahasa Jawa kepada 275 guru kelas tingkat Sekolah Dasar di Aula Dinas Pendidikan Kota Malang. Bimtek digelar selama dua hari Selasa (19/3) dan Rabu (20/3).
Wawali juga meminta perlunya penerapan penggunaan bahasa dan adat jawa di lingkungan sekolah. “Bisa seminggu atau sebulan sekali untuk giat prakteknya, namun tergantung kesepakatan bersama,” jelasnya.
Menurut Wawali, warga Kota Malang khususnya para guru, semakin sering memakai baju adat dan bahasa jawa. “Serasa semakin adem dan sedap dipandang mata,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM menandaskan, bimtek ini untuk memperkuat pendidikan karakter lewat budaya dan bahasa jawa anak didik maupun para guru. “Nantinya bisa mengimbas kepada orang tua dan lainnya,” tandasnya.
Saat ini Diknas akan membahas kesepakatan bersama tersebut bersama pihak sekolah, jika sudah clear baru membuat surat edaran.
“Terpenting, sudah bisa mendapatkan lampu hijau dari Pemkot Malang,” cetusnya.
Menurut Zubaidah, bahasa jawa secara tidak langsung menurunkan emosi seseorang. “Jika seseorang ingin marah, manakala memakai bahasa jawa kromo. Saya yakin gak jadi marah, sebaliknya menjadi ketawa dan guyon,” katanya. KBID-MLG

