KampungBerita.id
Kampung Raya Peristiwa Surabaya Teranyar

Perbarui Kontrak Kerja, 362 Pegawai Sekretariat DPRD Surabaya Dites Urine

Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono.@KBID-2022.

KAMPUNGBERITA.ID-Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya melakukan tes urine terhadap 362 pegawai Sekretariat DPRD Kota Surabaya.

Tes yang berlangsung sejak Senin (12/12/2022) itu hanya dilakukan kepada tenaga kontrak atau non-ASN.

Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono mengatakan, tes urine terhadap pegawai sekretariat DPRD Kota Surabaya itu dilakukan setiap akhir tahun. Ini dilakukan bersamaan serangkaian tes lain terhadap tenaga non ASN sebagai bagian dari proses pembaruan kontrak kerja.

“Sebenarnya ini kan kegiatan rutin tahunan. Setiap akhir tahun kami melakukan psikotes dan satu rangkaian dengan tes urine. Non ASN semua. Itu bagian dari tes memperbarui kontrak kerja,” kata Adi kepada wartawan di Gedung Sawunggaling, seperti dikutip detikJatim, Rabu (14/12/2022).

Namun, hingga kini dirinya belum mendapatkan laporan resmi dari Sekretaris Dewan (Sekwan) berapa orang yang positif narkoba. Dia juga mengingatkan pegawai sekretariat DPRD agar tidak bermain api, khususnya dalam hal hukum.

“Pada prinsipnya kalau di DPRD itu ditugaskan berulang agar jangan main-main dengan hukum, terutama soal narkoba,”ungkap dia.

Lebih jauh, Adi menjelaskan, meski positif tes urine tapi belum dipastikan apakah orang tersebut menggunakan narkoba. Karena itu, perlu dilakukan pengecekan terhadap yang bersangkutan.
“Kalau itu positif, ya, harus ditindak,”tegas dia.

Bila nanti memang terbukti ada yang positif narkoba tentunya akan ada sanksi yang diberikan. Yakni dikeluarkan dari pekerjaan di DPRD Surabaya.

Adi yang juga Ketua DPC PDI-P Surabaya ini menuturkan, ke depan tidak ada tes urine untuk anggota DPRD Surabaya. Sebab tes urine itu untuk memperbarui kontrak kerja.

“Nggak. Itu kan bagian dari testing terhadap pegawai kontrak atau non ASN yang setiap tahun dilakukan. Psikotes dan tes urine,” pungkas dia.

Sementara Sekretaris DPRD Kota Surabaya, Mutandar Rachman mengaku belum mengetahui hasil tersebut, dan masih menunggu laporan resmi BNNK Surabaya.

“Belum ada laporan hasil tes, karena apa? Karena sampai sejauh ini tidak ada laporan dari BNNK, masih belum. Dan ini tadi kan ada psikotes, jadi masih sangat mendesak. Untuk hasilnya kan kita belum dikasih tahu (yang positif),” ungkap dia.KBID-DTJ/BE

Related posts

4 Daerah Jadi Zona Merah, Gubernur Khofifah Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan

RedaksiKBID

Berharap Pandemi Corona Berakhir, Alumni FH Unair 1990 Bagi-bagi Masker

RedaksiKBID

Akademi Kebidanan Bojonegoro Resmi Beralih Status Menjadi Poltekkes Kemenkes Surabaya

DJUPRIANTO