
KAMPUNGBERITA.ID-Menjelang ulang tahunnya yang ke-52, anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI-P, H Syaifuddin Zuhri mendapatkan kado terindah dalam hidupnya. Di mana
Sabtu (11/4/2026) anak perempuannya bernama Rifatus Solihah yang kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya telah diwisuda.
Tak pelak, Syaifuddin Zuhri mengaku bersyukur atas kesuksesan yang diraih anak bungsunya tersebut. Karena apa yang menjadi tanggung jawabnya kepada keluarga, termasuk anak-anaknya, sudah selesai semua pendidikannya. Anak pertamanya, Hafidh Fawwaidz telah menyandang gelar Sarjana Hukum Unair dan lulus atau diwisuda pada 2022. “Ini kebahagiaan yang luar biasa buat saya, bahwa anak-anak saya, khususnya anak bungsu yang dulu saya mimpikan sama orang tua saya, ada keturunan dari Abah, ada cucunya minimal menjadi dokter,” ujar dia.
Mimpi indah tersebut akhirnya terkabul. Menurut Ipuk, sapaan Syaifuddin Zuhri, dari enam bersaudara, hanya dirinya satu-satunya keturunan Abah yang anaknya menjadi dokter. Yang lain, di akademisi-akademisi lainnya. “Jadi ini patut kita syukuri. Mudah-mudahan dan saya selalu berdoa buat anak-anak saya agar tidak hanya bangga terhadap dirinya, tapi juga bagaimana kebanggaan tersebug bisa bermanfaat kepada semua orang sesuai dengan kemampuan atau keahliannya, terutama dokter,” ungkap dia.
Sekretaris DPC PDI-P Kota Surabaya ini jauh-jauh hari juga sudah wanti-wanti kepada anak perempuannya itu, ketika menjadi dokter jangan selalu cari duit. Jangan hanya berbicara atau mengejar argo. Tapi bagaimana fungsi seorang dokter ini menjadi satu sisi kemanusiaan untuk membantu orang-orang, terutama orang tidak mampu. “Jangan kamu tarif. Kalau bisa gratiskan. Ya, mudah-mudahn itu nanti terus bisa terngiang di dalam hati dan pikiran anak perempuan saya ini, terus bisa mengabdi dan bisa berbuat sosial,”tandas dia.
Ipuk menegaskan, bahwa itu yang paling penting. Karena apapun hidup itu hanya bisa mendapatkan kebahagiaan manakala dirinya bisa berguna kepada orang lain. Selain itu, apa yang ia punya mampu didedikasikan untuk kepentingan -kepentingan orang lain. “Jadi tidak hanya bicara untuk kepentingannya sendiri, mencukupi kepentingannya sendiri. Itu semu biasanya. Tapi kalau berbagi pada orang lain dan selalu bermakna bagi sesama, itu kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan yang sesungguhnya,”tutur dia seraya memohon doa untuk anaknya agar tetap diberi kesehatan, utamanya diberi keimanan, ketakwaan yang amat tinggi terhadap
kehidupannya. KBID-BE

