
KAMPUNGBERITA.ID-Liburan panjang ini, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengimbau para orang tua untuk mengawasi dan memantau anak-anaknya yang masih berstatus pelajar selama masa liburan sekolah berlangsung.
Hal ini dilakukan agar anak-anak di Surabaya tidak terlibat dalam kegiatan negatif, seperti tawuran atau keterlibatan membawa senjata tajam (sajam).
Karena itu, Eri Cahyadi berharap, momen libur sekolah yang sekaligus libur Natal dan Tahun Baru, jangan sampai ada kegiatan negatif yang dilakukan para pelajar, khususnya pada malam hari.
“Saya meminta kepada seluruh orang tua untuk memantau putra dan putrinya agar tidak keluar saat jam malam. Meskipun memasuki libur sekolah, tetap diperhatikan dan dijaga putra putrinya,” ujar dia, Rabu (27/12/2023).
Eri Cahyadi meminta para pelajar bisa memanfaatkan masa libur sekolahnya dengan kegiatan positif. Seperti berkegiatan sosial di lingkungan perkampungan melalui beberapa program yang dibuat Pemkot Surabaya di balai RW, maupun di organisasi kepemudaan.
“Saya juga meminta kepada anak-anak Kota Surabaya yang libur, manfaatkan liburannya untuk kegiatan-kegiatan yang positif. Karena ada kegiatan di setiap balai RW, setiap kegiatan organisasi kepemudaan,” ujar dia.
Kegiatan kepemudaan itu dapat diikuti oleh para pelajar Kota Surabaya. Seperti OSIS, Karang Taruna, hingga Surabaya The Next Leader untuk meningkatkan kemampuannya organisasinya.
“Anak-anak bisa bergabung di sana untuk meningkatkan kemampuannya dengan kegiatan-kegiatan positifnya,” pungkas dia
Sementara anggota DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono meminta Pemkot Surabaya melalui Dishub, Satpol PP dan Bakesbangpol beserta jajaran samping mengantisipasi tingkat kerawanan menjelang hingga malam Thun Baru 2024.
“Alhamdulillah Natal di Surabaya aman terkendali dan nyaman. Tugas kita selanjutnya mengantisipasi menjelang hingga pergantian Tahun Baru,” ujar dia.
Sebab, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya ini, Surabaya merupakan jujukan, menjadi daya tarik masyarakat untuk meramaikan pergantian malam Tahun Baru.
Sehingga lanjut Buleks, panggilan Budi Leksono, butuh penyekatan di beberapa titik agar mereka tidak tumpek blek.”Ini dibutuhkan penyekatan, untuk mengantisipasi arak-arakan,”tegas dia.
Selain itu, politisi senior PDIP ini juga mendorong petugas di lapangan dilengkapi dengan uniform atau seragam pengaman. Seperti baju anti gores dan alat pelindung diri dan jas hujan.
Hal ini karena pada malam pergantian Tahun Baru merupakan momen euforia masyarakat.
Maka perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan tawuran, utamanya geng motor. Misalnya di Jalan Pacar Keling, Jalan Dupak, dan Jalan Ahmad Yani dengan penjagaan super ketat.
“Ini perlu diantisipasi, kami khawatir ketika geng motor ketemu ada dendam masa lalu sehingga terjadi tawuran di jalan, ” pungkas dia. KBID-BE

