KampungBerita.id
Kampung Raya Surabaya Teranyar

Pengembangan Rumah Sakit Pemkot Surabaya, Pansus RPJMD Usulkan Program Helikopter Ambulans

 

Anggota Pansus RPJMD 2025-2029, Baktiono.@KBID-2025.

KAMPUNGBERITA.ID-Panitia Khusus Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah  rumah sakit milik Pemkot Surabaya, yakni RSUD dr Soewandhie, RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH), dan RSUD Eka Candrarini, Jumat (27/6/2025).

Sebenarnya Pemkot Surabaya akan membangun rumah sakit lagi di Surabaya Selatan, tapi anggaran  dialihkan untuk pengembangan RSUD BDH yang mulai 2024 hingga 2029 akan dibangun gedung baru 12 lantai. Hal ini karena  RSUD BDH dinilai sudah cukup sehat secara operasional dan mendapat respons positif dari masyarakat. Apalagi, RSUD BDH kini pelayanannya terus membaik, tingkat kepuasan pasien meningkat.

Meski demikian, menurut anggota Pansus RPJMD 2025-2029, Baktiono, kendala yang ada sekarang ini adalah RSUD BDH masuk kategori rumah sakit tipe B. Sehingga untuk penanganan penyakit kategori berat, warga di wilayah Surabaya Barat atau yang berobat di RSUD BDH dan yang tidak bisa ditangani, maka harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih tinggi tipenya.

Adapun rumah sakit yang tipenya lebih tinggi, seperti RS Soewandhie (tipe B plus), Rumah Sakit Pendidikan (RSP), RS Haji, RS dr Ramelan (RSAL), dan RSUD dr Soetomo yang semuanya adalah rumah sakit tipe A yang memiliki fasilitas dan paramedisnya lebih lengkap untuk mengatasi penyakit-penyakit kategori berat.

Tetapi dalam kondisi darurat, lanjut Baktiono yang juga anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, rumah sakit yang berada di wilayah Surabaya Barat, seperti RSUD BDH yang berlokasi di Jalan Raya Kendung No. 115-117, Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya, akan kesulitan mengirim pasien ke rumah sakit tipe A yang lokasinya berada di tengah kota atau wilayah Surabaya Timur.

“Ini karena terkendala jarak dan kemacetan arus lalu lintas yang semakin hari semakin padat.Sehingga kalau memakai ambulans darat bisa memakan waktu dua sampai tiga jam,”tandas dia.

Karena itu, lanjut politisi senior PDI-P ini, dalam rancangan pembangunan dan pengembangan rumah sakit Pemkot Surabaya, Pansus RPJMD mengusulkan adanya helikopter atau tempat pendaratan helikopter yang nantinya juga digunakan sebagai ambulans (helikopter ambulans ) yang bermanfaat untuk mengangkut pasien dari RSUD BDH atau rumah sakit yang ada di wilayah Surabaya Barat, terutama untuk penanganan kasus gawat darurat yang membutuhkan evakuasi cepat.

Jadi, helikopter ambulans akan mempermudah membawa atau mengevakuasi pasien ke rumah sakit yang ada di tengah kota yang tipenya lebih tinggi.

“Dengan memakai helikopter untuk ambulans hanya memakan waktu paling lama 10 menit dan pasien mudah untuk pertolongannya,” ungkap dia.

Soal anggaran untuk pembelian helikopter, menurut Baktiono, Pansus RPJMD 2025-2029 sudah menghitung dan Pemkot Surabaya mempunyai kemampuan lebih untuk membeli satu unit helikopter ambulans yang harganya kurang lebih Rp 23,5 miliar.

Untuk itu, Baktiono berharap di setiap rumah sakit milik Pemkot Surabaya, seperti RS Soewandhie, RS Eka Chandra Rini, dan RS BDH segera melengkapi fasilitasnya dengan membangun helipad atau tempat pendaratan helikopter ambulans tersebut. “Ini sejalan dengan upaya peningkatan fasilitas kesehatan di Surabaya, terutama untuk penanganan kasus gawat darurat yang membutuhkan evakuasi cepat,”pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Forwas Perkuat Fungsi Pers di Pilkada Sidoarjo 2020

RedaksiKBID

Lewat Tol Jombang- Mojokerto Bisa Dapat Motor, Ini Caranya

RedaksiKBID

Gudang Oli Bekas di Desa Sukorejo Buduran Terbakar

RedaksiKBID