KampungBerita.id
Kampung Raya Lakone Surabaya Teranyar

Darurat Narkotika di Kalangan Pelajar Surabaya, Johari Mustawan: Penguatan Peran Keluarga untuk Optimalkan Pencegahan Narkoba

Komisi D menggelar rapat koordinasi dengan OPD terkait membahas kasus peredaran narkoba di kalangan pelajar Surabaya.@KBID-2025.

KAMPUNGBERITA.ID-Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Johari Mustawan
menyampaikan kekhawatirannya atas peredaran narkoba di kalangan pelajar Kota Surabaya.

“Ini perlu menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak terkait, mulai dari Pemkot Surabaya, Kepolisian, maupun BNN Kota Surabaya. Adanya 24 wilayah di Kota Surabaya yang masuk dalam zona merah rawan peredaran narkoba, harus segera dihentikan agar tidak semakin meluas,” ujar Johari Mustawan disampaikan pada rapat koordinasi dengan BNN Kota Surabaya, Bakesbangpol, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Satpol PP, serta para camat se-Surabaya.
guna membahas temuan kasus pelajar yang diduga terpapar narkoba, Selasa (25/11/2025).

Untuk itu, dia meminta kepada seluruh camat se-Surabaya untuk mengawasi tempat-tempat hiburan malam yang ada di wilayahnya. “Jangan sampai ada aktivitas maksiat yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi di tempat-tempat hiburan. Misalnya perjudian, minuman keras, prostitusi. Jika hal ini terjadi, bisa dipastikan di sana terjadi juga transaksi peredaran narkoba,” jelas Bang Jo, sapaan akrab Johari Mustawan.

Selain pengawasan, Bang Jo juga meminta kepada Pemkot Surabaya untuk melibatkan Kader Surabaya Hebat (KSH ) dalam melakukan pengawasan terhadap keluarga-keluarga yang ada di Kota Surabaya, “Ada 29.170 KSH yang bisa dilibatkan dalam mengawasi kondisi keluarga-keluarga yang ada di wilayahnya. Dibuat laporan tentang kondisi keluarga. Bisa dikolaborasikan dengan Puspaga dan juga Posga yang ada di kelurahan-kelurahan,” tambah dia.

Bang Jo juga menyampaikan, agar RW-RW yang ada bisa memperbanyak kegiatan-kegiatan positif bagi warganya, khususnya untuk anak-anak muda. “Ada Rp 207 miliar anggaran yang disiapkan untuk anak-anak muda ditingkat RW. Masing-masing RW mendapatkan Rp 5 juta. Ini bisa dibuat untuk kegiatan-kegiatan yang positif. Semakin banyak kegiatan yang positif, diharapkan mengurangi hal-hal yang negatif,” tandas Bang Jo.

Lebih jauh, dia menegaskan, perlunya sekolah untuk mengontrol kondisi anak-anak didiknya, khususnya saat pulang sekolah. Biasanya aktivitas negatif dilakukan di luar jam sekolah. “Kolaborasi dengan masing-masing keluarga, pihak sekolah bisa menanyakan kepada bapak/ibu-nya yang ada di rumah, apakah sudah benar-benar pulang si anak tersebut,” tambah mantan Ketua DPD PKS Kota Surabaya ini.

Terakhir, Bang Jo menilai pentingnya menguatkan pendidikan karakter dan spiritual bagi anak-anak agar mereka memiliki benteng moral yang kuat. “Anak-anak harus didekatkan pada nilai-nilai religius sesuai ajaran agamanya. Ini penting sebagai fondasi agar mereka mampu menolak pengaruh negatif seperti narkoba,” jelas dia.

Dia menegaskan, seluruh pihak (keluarga, sekolah, Pemkot, BNN, dan kepolisian) harus bergerak bersama. “Tanpa kerja kolektif, Surabaya akan sulit terbebas dari ancaman narkoba yang mencederai masa depan generasi muda,”pungkas Bang Jo. KBID-BE

Related posts

Terseret Ombak Pantai Payangan, Jenazah Guru SMA Negeri Plandaan Dimakamkan

RedaksiKBID

Perkuat Gerak Kerakyatan, Kader PDI-P Surabaya Kunjungi Panti Asuhan Yatim Piatu

RedaksiKBID

FBPD Sidoarjo Kunjungi Agrobisnis Perkebunan Pisang di Desa Grinting

RedaksiKBID