KampungBerita.id
Headline Surabaya Teranyar

Data Direkayasa, 16 JCH Lumajang Gagal Berangkat

Calon Jemaah Haji saat memasuki Asrama Haji Surabaya

KAMPUNGBERITA.ID – Sebanyak 16 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Lumajang ditunda keberangkatannya. Pasalnya, 16 JCH asal Kabupaten Lumajang yang masuk dalam kloter 31 dan 32 Embarkasi Surabaya ini nekat memalsukan dokumen haji yakni buku nikah. Semestinya mereka terbang ke Tanah Suci pada Jumat (27/7) pukul 14.00 WIB dan Sabtu (28/7) dini hari.

“Belasan jemaah itu membuat buku nikah baru seolah-olah mereka adalah suami istri dan saudara.

Para CJH itu mengantongi buku nikah atau KK sehingga seolah-olah mereka adalah suami istri dan saudara,” terang Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Jatim A. Faridul Ilmi di AHES, Jumat (27/7) siang.

Modus ini, lanjut Farid, dipakai untuk mengisi JCH penggabungan. Artinya, setiap JCH yang sudah sepuh atau seorang istri berhak didampingi oleh saudara atau suami saat naik haji.

Dalam aturan dibolehkan asal mereka (pendamping) sudah mendaftar.

“Namun oleh CJH Lumajang itu direkayasa sedemikian rupa sehingga seolah-olah mereka masuk JCH penggabungan. Semua dilakukan dengan kerja sama ke salah satu KBIH di Lumajang. Sudah diambil tindakan dan 16 JCH ditunda sesuai porsinya,” kata Farid.

Faridul Ilmi menegaskan pihaknya akan melakukan klarifikasi serta meninjau ulang status KBIH yang terindikasi melakukan pemalsuan tersebut. “Kita akan beri sanksi sesuai ketentuan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Hingga saat ini, jelas Farid, pihaknya telah melakukan penelusuran lapangan terhadap kasus rekayasa data 15 calon jemaah haji (CJH) dan 1 orang Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) . Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama akan tetap konsen menjalankan prosedur untuk memberangkatkan CJH yang memang berhak berangkat.

“Lha kalau sudah prosesnya yang dilangkahi maka jadi apa hajinya itu. Intinya kami konsen menjalankan prosedur, hanya calon jemaah haji yang berhaklah yang diberangkatkan. Mereka yang berkasus di Lumajang itu jelas tidak berhak, bahkan terindikasi pidana karena ada pemalsuan berbagai data,” ujar Faridul Ilmi.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lumajang Muhammad menegaskan bahwa kasus penipuan ini terungkap berdasarkan pengaduan masyarakat tentang adanya rekayasa data dan berkas CJH penggabungan dan TPHD. Dari informasi tersebut, pihaknya kemudian melakukan verifikasi ulang data dengan memanggil pengurus KBIH Al Haromain. Dari pertemuan tersebut, pengurus KBIH mengaku telah membantu merekayasa data.

Setelah diberikan pembinaan, keenam belas CJH ini bersedia menunda keberangkatan dan dikembalikan sesuai dengan estimasi nomor porsi mereka. Masing-masing jemaah juga sudah menandatangani surat pernyataan terkait hal ini.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap setiap upaya menyimpang dalam proses pemberangkatan haji. “Cek estimasi keberangkatan kepada kemenag setempat agar mendapat informasi yang lebih valid,” tandasnya. KBID-NAK

Related posts

Tower-tower Apartemen terus Bermunculan di Sidoarjo

RedaksiKBID

Reses, Budi Lekksono Temukan Banyak Warga Tak Ber-KTP Surabaya Tinggal di Bantaran Rel KA

RedaksiKBID

Peringati Sumpah Pemuda, Warga Modongan Mojokerto Gelar Upacara Rakyat

RedaksiKBID