KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

DPRD Surabaya Sambut Baik Refocusing APBD 2021 untuk Bayar Kekurangan Insentif Nakes

Reni Astuti
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Sisa insentif tenaga kesehatan (nakes) yang belum dibayarkan Pemkot Surabaya sebesar 25 persen segera cair dalam waktu dekat ini.

Kepastian tersebut diperoleh dari hasil rapat refocusing APBD 2021 antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surabaya dengan Pemkot Surabaya di Gedung DPRD, Kamis (12/8/2021) sore.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti mengatakan, dalam rapat refocusing APBD 2021 tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Hendro Gunawan menyampaikan dan memastikan kekurangan insentif tenaga kesehatan sebesar 25 persen akan ditambahkan kepada tenaga kesehatan di 63 puskesmas yang ada di Surabaya. Selain itu, juga kepada tenaga kesehatan di RSUD Dr Soewandhi dan RSUD Bakti Darma Usaha. Total Rp 30 miliar.

“Pemkot sudah membayar 75 persen atau sudah keluar Rp 89 miliar. Sisanya yang 25 persen akan segera dibayar pemkot,” ujar Reni Astuti. Menurut dia, hasil rapat tersebut layak disambut baik oleh tenaga kesehatan. DPRD Surabaya pun terus mendorong ini dan menyepakatinya.

“Ya kita bersyukur. Lantaran harapan para tenaga kesehatan, meski mereka tidak menyampaikannya, namun kita memahami betul kerja tenaga kesehatan luar bisa. Apalagi ada yang bertugas ketika puskesmas buka 24 jam, ” tutur Reni.

Soal besaran nilai insentif tenaga kesehatan, Reni Astuti menyatakan nilainya sama dengan 2020, sebagaimana ditentukan berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan. Merujuk pada Keputusan Menkes Nomor 01.07/ MENKES/4239/2021, besar insentif dengan batas tertinggi untuk dokter spesialis adalah Rp 15 juta per orang per bulan. untuk peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yakni Rp 12,5 per juta per orang, dokter umum dan dokter gigi Rp 10 juta per orang per bulan. Sementara untuk perawat dan bidan Rp 7,5 juta per orang per bulan, serta tenaga kesehatan lainnya Rp 5 juta per orang per bulan.

Ditanya kapan pencairan sisa insentif tenaga kesehatan? Reni Astuti mengaku disegerakan.
“Tadi sudah masuk di dalam anggaran. Mudah-mudahan bulan ini bisa ditambahkan ke tenaga kesehatan untuk Januari hingga Juni 2021. Sisanya, Juli dan Agustus, kita berharap dengan nilai yang sama. Bahkan, akan lebih bagus lagi kalau pencairan tiap bulan sekali atau tiga bulan sekali,” tandas dia. KBID-PAR

Related posts

KPPBC TMP B Sidoarjo Musnahkan 7 Juta Batang Rokok Ilegal

RedaksiKBID

Jatuh dari Motor, Pengendara Meninggal Seketika

RedaksiKBID

KPM di Tuban Mulai Cairkan Top Up BPNT Provinsi Jatim

KBIDTuban