
KAMPUNGBERITA.ID – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni mengusulkan adanya dana operasional bagi guru pendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh sekolah di Surabaya. Dia menilai guru selama ini tidak dilibatkan sama sekali dalam tata laksana MBG.
“Guru di sekolah hanya petugas pembagi di kelas-kelas. Mereka tidak dilibatkan aktif dalam proses pelaksanaan dan pengawasan MBG di sekolah,” ujar dia (13/10/2025).
Toni, sapaan akrab Arif Fathoni, sangat menyayangkanminimnya keterlibatan guru dalam program MBG di sekolah. Dia menyebut peran guru vital dalam menjaga kebersihan, kedisiplinan, dan edukasi gizi bagi siswa.
“Pemilik dapur hanya mengantar dan mengambil makanan. Urusan menjaga kebersihan dan lain-lain ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kami berharap pengelola dapur juga berkoordinasi aktif dengan kepala sekolah agar ada komunikasi yang bagus,”tegas dia.
Untuk itu, mantan jurnalis ini mengusulkan agar Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengalokasikan tambahan anggaran operasional pendukung program MBG, termasuk bagi guru-guru yang turut memastikan keberhasilan pelaksanaan di lapangan.
” Ya, saya berharap Dinas Pendidikan juga mengalokasikan anggaran tambahan untuk operasional pendukung MBG ini. Karena biasanya jam istirahat guru bisa istirahat sejenak, tapi sekarang mereka ikut membersihkan sisa makanan di kelas,”beber dia.
Mantan Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya ini meyakini bahwa guru di adalah pahlawan tanpa tanda jasa.Mereka tidak pamrih untuk mensukseskan program MBG Tetapi pemerintah juga harus menghargai setiap tetesan keringat yang mereka keluarkan.
“Jadi, keberhasilan Program MBG ini bukan sekadar soal penyaluran makanan, melainkan tentang membangun sistem yang mendukung hubungan fungsional antara peserta didik dan tenaga pendidik, serta membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini,” jelas dia.
Toni menyebut upaya untuk mencerdaskan bangsa itu kan hubungan yang fungsional antara peserta didik dengan tenaga pendidik. KBID-PAR

