
KAMPUNGBERITA.ID – Perkembangan era digital maju sangat pesat. Bahkan hampir semua transaksi saat ini sudah berbasis digital atau nontunai. Uang digital atau e-money mulai digunakan dalam transaksi keseharian, termasuk dalam transaksi perbankan.
Fenomena uang digital itu mendapat perhatian dari Komisi C DPRD Jawa Timur. Komisi yang membidangi keuangan itu berharap badan usaha milik daerah (BUMD) di lingkungan Pemprov Jatim, seperti Bank Jatim menyikapi perkembangan zaman tersebut. Pernyataan itu disampaikan anggota Komisi C DPRD Jatim Irwan Setiawan.
“Saya mendorong Bank Jatim menyikapi perkembangan e-money saat ini. Sebagai Bank milik pemprov, Bank Jatim harus menangkap peluang ini. Harus ada inovasi menyikapi era digitalisasi, kalau tidak, akan tertinggal oleh kompetitor dari swasta,” tutur politisi PKS yang akrab disapa Kang Irwan itu.
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Jatim ini mengakui transaksi tunai sudah mulai ditinggalkan. Saat ini masyarakat lebih memilih transaksi nontunai atau e-money. Kenyataan itu bisa dilihat dari transaksi jual-beli via online yang meningkat pesat sehingga berdampak tutupnya sejumlah gerai toko busana berjaringan besar serta toko konvensional.
Karena itu, lanjut Irwan, Bank Jatim harus menyiapkan diri mengahadapi perkembangan zaman ini. Ia mencontohkan, per 31 Oktober 2017 pengelola jalan tol sudah menghapus transaksi pembayaran tunai dan berganti nontunai atau e-Toll. Karena itu, Bank Jatim harus menjajaki sebagai salah satu bank yang menyediakan e-Toll Card.
“Saya berharap Bank Jatim bisa menjadi salah satu bank yang menyediakan e-Toll Card di ruas tol yang ada di Jawa Timur. Di beberapa ruas tol di Jakarta, Bank DKI menjadi salah satu bank penyedia e-Toll Card. Karena itu saya kira Bank Jatim punya kesempatan yang sama di ruas tol yang ada di Jatim,” tandas Irwan.
Anggota dewan asal Daerah Pemilihan Kabupaten Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso ini berharap selain e-toll, Bank Jatim juga menjajaki menjadi fasilitator untuk transaksi di sektor lain. Irwan menyontohkan, pembayaran parkir kendaraan bermotor, pembayaran tiket kereta api commuter, listrik, pajak kendaraan bermotor, dan sebagainya.
“Banyak sektor yang bisa dijajaki oleh Bank Jatim untuk fasilitas pembayaran nontunai. Ini baik untuk promosi dan tentunya mendatangkan profit atau keuntungan,” urai alumni FISIP Unair tersebut.
Terpisah, dalam satu kesempatan Direktur Utama Bank Jatim R. Soeroso mengaku pihaknya sudah mengantisipasi perkembangan dunia digital. Karena itu, Bank Jatim juga sudah memfasilitasi e-money, salah satunya untuk pembayaran e-toll dengan bekerja sama dengan Bank BCA.
Bahkan, Soeroso mengungkapkan, Bank Jatim menjadi bank yang ditunjuk oleh Polri untuk penyedia fasilitas e-samsat smart. Pihaknya juga sudah menciptakan produk e-nyang pasar bekerjasama dengan Telkomsel. Demikian pula dengan e-retribusi yang sudah diterapkan di Kabupaten Banyuwangi.
“Kita sudah melangkah ke transaksi digital. Bahkan khusus untuk e-samsat smart kita menjadi percontohan oleh pihak Polri,” papar Soeroso.KBID-DAY

