
KAMPUNGBERITA.ID – Diduga ketakutan akibat ketahuan bolos waktu pelajaran,Mohammad Lintang Arrasy (13 tahun) asal Jalan Melati Nomer 01 RT 19 RW 07, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tenggamus Lampung, Sabtu (6/10) terjatuh dari tembok setinggi enam meter. Akibat mengalami luka di kepala, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Sumber Glaga Pacet.
Kejadian berawal ketika korban yang tercatat sebagai santri Pondok Pesantren (ponpes) Amanatul Ummah Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet dan menghuni gedung asrama kelas 9 CI lantai 2 ini bersama keenam temannya, sengaja membolos ketika ada kegiatan mengaji di Masjid Agung Ponpes.
Mengetahui hal tersebut, pembimbing ponpes Ustad M Lutfi Riza kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi dan meminta kepada santri untuk segera kembali mengaji. Karena merasa ketakutan korban bersama saksi M Fahmi Faqih berusaha kabur dengan cara melompat jendela berteralis dibantu Darrel Dafi Ryan. Korban bersama saksi setelah berhasil melewati teralis kemudian mereka melewati pinggiran tembok dan diduga korban terpleset dan jatuh saat mau meloncat ke tembok yang berada di sebelahnya.
Melihat kejadian tersebut, teman korban kemudian melakukan pertolongan untuk perawatan dan membantu memandikan korban. Namun akibat luka di bagian kepala belakang terlalu parah hingga kondisi korban semakin memburuk. Korban tidak sadarkan diri setelah keluar darah dari hidung dan busa dari mulut. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke pengurus ponpes. Oleh pengurus ponpes, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit Sumber Glagah. Sampai akhirnya oleh dokter korban dinyatakan meninggal.
Kasat Reskrim AKP Solikin Ferry ketika di temui menjelaskan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dan masih melakukan penyelidikan. “Kita masih melakukan pemeriksaan kepada para saksi dan sampai saat ini hasil penyelidikan murni karena musibah,” terangnya. KBID-FFA

