
KAMPUNGBERITA.ID-Ketua Dewan Pimpinan Muhammadiyah (DPM) Kota Surabaya, Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd. menegaskan, kemenangan politik Partai Amanat Nasional (PAN) di Kota Surabaya sangat ditentukan oleh dua hal, yakni banyaknya kegiatan bermanfaat untuk warga dan diraihnya ridho Allah SWT melalui kepedulian kepada anak yatim.
Hal ini disampaikan Ridlwan saat menghadiri HUT ke-28 PAN yang digelar DPD PAN Kota Surabaya, Minggu (23/8/2026). Menurut dia, ini merupakan undangan kedua kalinya bagi Muhammadiyah Surabaya di acara PAN, setelah sebelumnya menghadiri acara buka bersama saat Ramadan. “Ini menandakan bahwa organisasi partai politik PAN ini hidup. Kalau tidak ada kegiatan untuk dapat satu fraksi susah. Maka perbanyaklah kegiatan yang bermanfaat untuk warga Kota Surabaya,” ujar Ridlwan di hadapan kader dan pengurus PAN.
Dalam acara tersebut, PAN menyantuni 28 anak yatim. Menurut Ridlwan, tindakan itu selaras dengan ajaran Islam. Dia mengutip hadits riwayat Tabrani, “Khairunnas anfa’uhum linnas”yang artinya sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.
Dia juga merujuk tafsir Al-Qurtubi yang menyebut tangisan anak yatim dapat menggetarkan Arsy Allah.
“Dengan menghadirkan anak yatim dan memberi santunan, mudah-mudahan Allah ridho. Kalau Allah sudah ridho, meminta satu fraksi itu kecil. Kalau bisa sapu bersih,” kata dia disambut tepuk tangan kader.
Ridlwan juga mengingatkan doa yang sering dibaca Rasulullah: “Allahumma a’inni audzubika bi ridhoka min sakhotik.” Doa itu, katanya, penting dibaca caleg PAN saat salat witir agar cita-cita tercapai.
Ridlwan menyoroti strategi para caleg. Dia memuji Ustaz Ghofar yang berani turun langsung ke “kampung neraka”, sebutan untuk permukiman padat dengan rumah ukuran 3×7 meter yang dikuasai parpol lain. “Kalau Mas Yusfid ini ya mohon maaf, belum berani masuk ke situ. Inginnya konvensional, modal tembak beras, sabun, paling mentok nasi kebuli,” ujar dia.
Ridlwan juga menyinggung strategi PKS yang menurut dia berhasil memenangkan hampir seluruh dapil karena kerja basis. Lantas dia mencontohkan Drs. H. Husnul Aqib, M.M yang kini duduk di DPRD Provinsi Jatim sebagai sosok yang “ilmunya nutut”, sehingga ditempatkan di dapil mana pun tetap bisa menang.
“Termasuk ridhonya Allah itu. Kalau tidak ridho Allah tidak bisa,” tegas dia.
Lebih jauh, Ridlwan mengingatkan kader agar menjadikan politik sebagai ibadah. Dia mengutip QS. Al-An’am ayat 162: “Qul innasholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil ‘alamin.” Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah.
Dia menilai partai politik sekarang jadi panglima di Indonesia. Semua undang-undang (UU) dan peraturan daerah (Perda) adalah produk partai politik. Maka dewan seperti Ustaz Ghofar dan Ustazah Dr. Zuhro harus benar-benar menjadikan ini amal untuk menghasilkan peraturan yang Islami,” pungkas dia.
Terkait rencana DPD PAN Kota Surabaya pindah kantor di kawasan Rungkut, Ridlwan berharap kegiatan santunan anak yatim terus dilakukan di lokasi baru tersebut. KBID-BE

