
KAMPUNGBERITA.ID-Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya, Grace Evi Ekawati menegaskan, dirinya mampu membagi waktu antara aktivitas politik dan sejumlah jabatan organisasi yang dipegangnya, termasuk sebagai Ketua Pengprov Perbasi Jatim.
Pernyataan ini disampaikan menanggapi pertanyaan soal dirinya kurang fokus ngurus partai dan lebih banyak beraktivitas di dunia basket dan organisasi lainnya menjelang verifikasi faktual 2027. “Jadi sampai hari ini, walaupun saya menjabat tujuh ketua organisasi, buktinya saya tetap bisa berbagi waktu dengan sangat baik. Justru kita jadi pintar membagi waktu dan saling support,” kata Grace Evi Ekawati, Senin (17/8/2026).
Lantas Mama Evi, sapaan akrab Grace Evi Ekawati, mencontohkan sinergi yang sudah berjalan. Lewat dunia basket, PSI bisa merangkul anak muda. Lewat perannya sebagai Ketua Pemersatu Suku dan Etnis, dia menanamkan nilai toleransi. Sementara di Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI), dia edukasi pencegahan kejahatan dilakukan melalui media sosial. “Jadi sebenarnya semuanya kalau kita bisa sinergikan malah bagus banget,” ungkap dia.
Soal konsolidasi internal DPD PSI Surabaya, Mama Evi menyebut perkembangannya sangat bagus. Menurut dia, keterlibatan langsung Ketua Umum PSI ke daerah menjadi kunci. “Apapun bunyinya kalau sudah ketua umum mau turun semuanya beres. Kita senang turun dan siap bersama-sama mereka dalam suka dan duka. Makanya kita akan mencarikan way out atau jalan keluar. Walaupun kita tahu, kita ini belum siapa-siapa dan bukan siapa-siapa, tapi bukan berarti kita enggak bisa berbuat sesuatu untuk masyarakat,” jelas dia.
Dia juga menekankan, meski DPD masih dalam tahap membangun, peran mendengarkan keluhan masyarakat tetap menjadi prioritas. “Minimal saya mendengar apa yang menjadi jeritan mereka,” ucap dia.
Nama Mama Evi kini mulai dikenal luas di kalangan masyarakat Surabaya, termasuk di kalangan Bonekmania, sebutan suporter Persebaya. Ketika ditanya kesiapannya maju sebagai calon Wali Kota atau Wakil Wali Kota Surabaya jika ada dukungan, dia menjawab dengan hati-hati. “Kalau Anda tanya sama saya sungguh-sungguh, saya ini Ibu. Ibu itu selalu memikirkan bukan egonya, tapi mencetak anak-anaknya. Soal Ibu jadi itu tidak penting karena berbatas usia. Tapi kalau anak kita, generasi penerus bangsa itu tanggung jawab Ibu. Jadi pertanyaan itu sebetulnya bukan tujuan saya,”beber dia.
Mama Evi menegaskan, jika dirinya tidak mengejar jabatan. “Saya tidak mau didorong-dorong, kecuali Ketua Umum langsung memberikan amanah kepada saya untuk maju, saya siap,” pungkas dia KBID-BE

