KampungBerita.id
Kampung Bisnis Kampung Raya Peristiwa Surabaya Teranyar

Komisi A Geram Trans Icon Berbelit-belit, Belum Kantongi SLF Nekat Beroperasi

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna (baju kuning) saat memimpin rapat evaluasi terkait SLF dengan dinas terkait dan manajemen Trans Icon.@KBID-2022.

KAMPUNGBERITA.ID-Komisi A DPRD Kota Surabaya mengaku terkejut Apartemen dan Mall Trans Icon nekat menggelar acara grand opening, Jumat (5/8/2022), meski belum mengantongi sertifikat laik fungsi (SLF).

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna usai rapat evaluasi dengan OPD (dinas) terkait dan pengelola Apartemen dan Mall Trans Icon. “Setelah kami cek, ternyata SLF nya dia (The Trans Icon) ini belum diurus sampai sekarang,”ujar dia.

Menurut dia, pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) pertama pada waktu pembangunan itu wajar. Karena ada tiga dinas yang merekomendasikan, yakni Dinas Kebakaran, Dinas Ketenagakerjaan, dan Dinas Kesehatan.

Tetapi kalau SLF itu, tegas dia, ada tujuh rekomendasi dari dinas yang harus diselesaikan lebih dulu semuanya dan baru bisa grand opening. “Trans Icon berbelit- belit dengan alasan soft opening. Kalau soft opening kenapa ada di media sosial dengan istilah bahasanya grand opening,”tegas dia.

Politisi Partai Golkar ini juga berterima kasih kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi atas konsistennya yang betul- betul membuat aturan, sehingga tidak hadir dalam acara grand opening Trans Icon.

“Beliau (Wali Kota Eri Cahyadi,red) konsisten tidak hadir pada saat grand openingTrans Icon,”tandas Ayu.

Manajemen Trans Icon saat rapat di Komisi A.@KBID-2022.

Ini artinya, menurut Ayu, grand opening Trans Icon di Surabaya ini menyalahi aturan, bahkan Trans Icon seperti merasa menjadi kerajaan di Surabaya.“Kalau mau merasa jadi kerajaan di sini, itu nanti dulu. Karena kami (DPRD) ini adalah tim pengawasan dan kontrolingnya,” tegas dia.

Lebih jauh, Ayu membeberkan, sesuai Perwali 51/Tahun 2022 pasal 3 tentang SLF ini harus diselesaikan lebih dahulu baru kemudian bisa dimanfaatkan.“Artinya grand opening Trans Icon ini harus ditutup (sementara), sebelum SLF selesai semuanya,” kata Ayu.

Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Ali Murtadlo mengatakan, bahwa pengurusan SLF itu pembangunannya harus jadi duhulu.“Kalau pembangunannya jadi, baru ngurus SLFnya agar bisa dioperasionalkan,”ujar dia.

Kalau pembangunannya belum selesai, meski sudah memiliki IMB, menurut Ali masih belum bisa untuk mengajukan SLF.
“Kalau pembangunannya sudah jadi walaupun belum beroperasional, maka wajib dipenuhi SLFnya,” ungkap dia.

Apartemen dan Mall Trans Icon, menurut Ali, sebagian pembangunannya sudah beroperasional karena itu bisa mengajukan SLF tersebut.
“Terutama yang di mal dan perkantoran,” jelas dia.

Terkait resume rapat yang dikeluarkan Komisi A ini, Ali menegaskan, sebetulnya tidak boleh ada aktivitas publik di apartemen, mal maupun perkantoran di Trans Icon.“Kalau belum mengantongi SLF tentunya tidak boleh ada aktivitas di sana (Trans Icon red),” tutur Ali.

Menanggapi hal itu, Vice President Corporate Communication Apartemen dan Mall Trans Icon Surabaya, Satria Hamid mengatakan, akan memastikan konsisten sesuai statemen yang disampaikan dalam rapat.“Yang pasti saya konsisten sesuai pernyataan saya bahwa kita tetap acara soft opening di sini,”kata dia

Menurut Satria, jika ini dikatakan grand opening maka pihaknya akan meminta kepada marketing untuk mengubah menjadi soft opening.”Jadi ini adalah SLF bertahap,” tandas dia.

Satria menjelaskan, semula SLF itu untuk mal dan perkantoran di tower masih berproses. “Seperti LH izin limbah, tapi kita belum beroperasi dan masih mengarah ke tahapan sana (SLF),”terang dia.

Karena itu, Satria berjanji akan segera memproses SLF secepatnya agar bisa segera beroperasi. Namun yang namanya soft opening, kata dia, ada beberapa yang buka dan yang masih tutup.

Terkait resume rapat atau rekomendasi yang dikeluarkan Komisi A, Satria memohon agar tetap diperbolehkan buka, karena menurut dia melihat dari sisi perkembangan perekonomian dan juga banyak tenaga kerja yang ada di Trans Icon

“Jadi kita tetap akan buka dengan soft opening untuk percepatan ekonomi di sana,”pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Nahas, Balita Asal Mojokerto Derita Kaker Sejak Umur 1 Tahun

RedaksiKBID

Seleksi Kelar, Dua Wartawan Lolos Komisioner KPU Surabaya

RedaksiKBID

Komisi C Dorong 50% Anggaran Dinas Dialihkan untuk Penanganan Covid-19

RedaksiKBID