KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Komisi B DPRD Surabaya Berharap Sarana dan Prasarana RPH Sapi Osowilangun Siap saat Digunakan

    Ketua Komisi B DPRD Surabaya, H Mohammad Faridz Afif.@KBID2025Ketua Komisi B DPRD Surabaya, H Mohammad Faridz Afif.@KBID2025

KAMPUNGBERITA.ID – Komisi B DPRD Surabaya soroti sejumlah kekurangan terkait pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) Sapi di kawasan Osowilangun. Saat sidak ke lokasi tersebut pada Selasa (5/8/2025), Komisi B berharap beberapa poin yang sekiranya bakal menimbulkan masalah bisa segera diatasi.

Komisi B DPRD Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi rumah potong yang disiapkan jadi pengganti dua rumah potong lama di Pegirian dan Kedurus. RPH Ini terletak di kawasan Osowilangun.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya, H Mohammad Faridz Afif menegaskan, sidak dilakukan agar pembangunan RPH Sapi di kawasan Osowilangun berjalan sesuai dengan mekanisme. Sehingga, ujar dia, saatnya nanti digunakan RPH sudah benar-benar siap termasuk sarana dan prasarananya.

Faridz Afif menyebut bahwa pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen. Namun, dia menyoroti beberapa kendala serius yang harus segera diatasi, terutama terkait tanah lokasi yang disebut sebagai bekas lahan sampah.

“Struktur tanah ini seperti tanah gambut, goyang, dan rawan retak. Harusnya sejak awal dilakukan pembersihan total sebelum pembangunan. Retakan-retakan ini bisa menjadi masalah ke depannya, tegas dia,” Jumat (8/8/2025).

Dia menyampaikan pentingnya menambah kapasitas kandang penampungan agar sapi-sapi yang datang bisa diperlakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan tidak langsung disembelih. Selain itu, Komisi B juga meminta pihak RPH untuk melakukan sosialisasi intensif kepada para jagal, agar mereka bersedia berpindah ke lokasi baru yang lebih jauh dari pusat kota.

“Kami paham ada kekhawatiran dari para jagal soal jarak dan transportasi.Tapi mereka harus diberi pemahaman bahwa fasilitas baru ini lebih modern dan menjanjikan,*ungkap dia.

Tak hanya menyoroti kekurangan, Komisi B juga melihat potensi besar dari RPH Osowilangun ke depan. Afif mendorong RPH untuk mengembangkan lini usaha lain seperti penggemukan sapi, pengolahan limbah rumen, hingga produksi pupuk organik. Dengan begitu, RPH sebagai Perseroda bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya.

Sementara Dirut RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho mengatakan, pembangunan RPH baru ini merupakan upaya modernisasi dan peningkatan layanan pemotongan hewan di Surabaya.

Menurut dia, lokasi di Osowilangun diproyeksikan menjadi pusat pemotongan yang lebih representatif dibandingkan fasilitas lama yang sudah menua.

“Kami melihat ini sebagai peluang untuk menghadirkan layanan yang lebih optimal. Namun, kami juga melihat bahwa fasilitas ini belum sepenuhnya siap. Masih ada kekurangan minor seperti handrail yang belum terpasang, finishing bangunan, dan yang paling krusial adalah kapasitas kandang penampungan yang belum mencukupi,” ujar dia.

Fajar menekankan bahwa standar operasional prosedur (SOP) pemotongan sapi mensyaratkan hewan harus diistirahatkan minimal 10 jam sebelum disembelih. Namun, kapasitas penampungan yang ada saat ini hanya cukup untuk sekitar 200 ekor sapi, sementara kebutuhan idealnya mencapai 500 ekor (300 untuk sapi lokal dan 200 untuk sapi impor).

“Kami khawatir jika Pegirian ditutup total dan semuanya langsung dipindah ke sini, ini akan menjadi masalah, mengingat penampungan di sini tidak mencukupi. Kami ingin perpindahan ini dilakukan secara bertahap,” pungkas dia. KBID-PAR-BE

Related posts

Pembahasan LKPj 2023 Tuntas, Machmud: Fakta di Lapangan Tak Seindah Data Laporan 

Baud Efendi

Kuatkan Soliditas, DPD Golkar Surabaya Gelar Halal Bihalal dengan 31 PK

RedaksiKBID

Buleks Dorong Pemkot Surabaya Awasi Hotel Berkedok Kos-Kosan di Perumahan Elite demi Hindari Pajak

Baud Efendi