
KAMPUNGBERITA.ID-Komisi B DPRD Kota Surabaya segera memanggil kembali Perseroda Pasar Surya Surabaya terkait berlarut-larutnya pembangunan Pasar Keputran sisi Selatan yang hingga kini belum juga ada kontraktor yang berminat ataupun menjadi pemenang lelang.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Moch Machmud. Dia mendorong agar Pemkot Surabaya segera mengambil langkah konkret agar para pedagang tidak menjadi korban kebijakan yang dinilai keliru. “Perseroda Pasar Surya akan kita undang kembali hingga akhir Februari untuk meminta kepastian progres proyek tersebut,” ujar dia.
Menurut dia, ketika tidak ada pemenang, ya harus ada solusi. Karena pedagang Pasar Keputran sisi Selatan sudah telanjur keluar karena stand-nya dibongkar. Para pedagang sekarang menempati tempat penampungan sementara (TPS) dan tidak ada penghasilan karena TPS-nya sepi.
“Mereka meluber ke jalan kemudian ditertibkan dan disuruh masuk lagi. Ketika sudah ada di dalam (TPS), ternyata enggak ada pembeli sehingga penderitaan itu terus berlangsung. Apalagi, saat ini bulan Ramadan dan mereka semestinya membutuhkan pendapatan tinggi. Karena itu, Pemkot Surabaya harus membantu memikirkan dan mengerti serta menjiwai yang dialami pedagang tersebut, sehingga tidak jadi korban terdampak,” beber dia.
Sekali lagi, politisi Partai Demokrat menegaskan, jika pedagang menjadi korban dari kebijakan yang keliru. Di mana stand dibongkar setelah itu pedagang disuruh jualan di luar, tapi pasarnya tidak segera dibangun.Hanya karena Perseroda Pasar Surya mengumumkan lelang, tapi sampai sekarang ini tidak ada peminatnya. “Saya rasa (pemenang lelang) akan terus tidak ada, apalagi sekarang anggaran TPS-nya diambil. Anggaran pembangunan pasar Rp 11 miliar, sekarang diecer-ecer oleh Perseroda Pasar Surya. Diambil untuk pembangunan TPS sendiri, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sendiri, sehingga tinggal Rp 9 miliar atau Rp 8,8 miliar. Kondisi seperti itu tentu mempengaruhi peminat lelang. “Andaikata anggaran pembangunan Pasar Keputran sisi Selatan tetap Rp 11 miliar, saya kira masih ada satu dua kontraktor yang berminat,” tandas dia.
Ditanya soal Direktur Pembinaan Pedagang (DPP) Perseroda yang sedang menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan, apakah akan berpengaruh terhadap proses lelang Pasar Keputran sisi Selatan? Machmud menyebut sedikit banyak akan berpengaruh karena ia akan lebih fokus ke sana-ke sini. Namun namanya lembaga, ya harus tetap jalan. Mengingat kebijakan yang keliru itu membawa nasib pedagang yang sudah di luar pasar. Sementara proses lelang tidak ada yang berminat atau jadi pemenangnya. “Terus kondisi seperti ini sampai kapan? Padahal pemeriksaan yang ada di masalah hukum bukan dari situ. Ada di tempat lain. Ini juga akan menjadi masalah baru. Kalau pasar tidak segera dibangun dan pedagang dibiarkan terus, ya akhirnya jadi problem sosial, ekonomi, dan kebijakan yang sangat fatal,” pungkas dia.KBID-BE

