
KAMPUNGBERITA.ID-Kawasan Makam Mbah Bungkul yang masuk cagar budaya ini memiliki potensi besar menjadi tempat wisata religi. Biasanya satu paket dengan Makam Sunan Ampel.
Rabu (15/1/2025) siang, Komisi D (Bidang Pendidikan dan Sosial) DPRD Kota Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Makam Mbah Bungkul. Ini untuk melihat kondisi terkini sekitar area makam yang terdapat taman dan Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang selalu ramai dikunjungi pengunjung setiap harinya.
Dalam sidak tersebut, Komisi D menemukan sejumlah rumah semi permanen yang berdiri di dalam area makam yang selama ini dikenal sebagai tempat yang sakral bagi para peziarah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Tak hanya itu, Komisi D juga menyaksikan sendiri semrawutnya di dalam area makam yang berubah jadi hunian dan seharusnya terjaga kebersihannya.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya,dr Akmarawita Kadir mengatakan, kunjungan ini terkait dengan upaya untuk meningkatkan potensi pendapatan dari sektor pariwisata di Surabaya. Yakni menghubungkan kawasan Bungkul dengan Tourism Medis (wisata medis) dan Tourism Sport (wisata olahraga).
Dia berharap kawasan Makam Bungkul ini bisa menjadi salah satu spot wisata yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dari hasil sidak ini, kata Akma, panggilan dr Akmarawita Kadir, Komisi D berencana untuk membahas penataan ulang kawasan makam agar lebih nyaman dan menarik lagi bagi pengunjung atau peziarah.
“Makam Mbah Bungkul ini punya potensi besar untuk pariwisata di Surabaya. Apalagi di sini ada bangunan bersejarah yang ditaksir sudah ada di tahun 1400 masehi,” ujar Akma kepada wartawan, Rabu (15/1/2025).
Selain itu, dr Akma juga mendesak Pemkot Surabaya dengan OPD terkait memperhatikan keberadaan UMKM di kawasan Bungkul agar dikelola lebih rapi, tidak semrawut.
“Ya, kami akan dorong Pemkot Surabaya untuk lebih mengoptimalkan kebersihan dan penataan kawasan Makam Mbah Bungkul ini agar lebih rapi dan nyaman. Intinya, orang ke sini itu senang dan UMKM-nya juga senang,” ungkap dia.
Apa perlu kawasan Makam Mbah Bungkul direnovasi? dr Akma menyatakan, pihaknya akan melihat grand designnya dulu dan juga melihat dari orang-orang yang ada di lingkungan sekitar.
“Jadi jangan sampai orang-orang yang ada di lingkungan sekitar nanti terdampak. Bagaimana nanti UMKM berkolaborasi dengan pihak penjaga makam yang sudah di SK-kan oleh Pemkot Surabaya. Kalau kolaborasi itu kuat tentu hasilnya akan lebih bagus, ” tandas dia.
Akma menambahkan, selain Disbudporapar, ada sejumlah OPD yang harus dikoordinasikan di kawasan Makam Mbah Bungkul. Ada Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menata perparkiran, dan pendapatan parkirnya bagaimana. Kemudian ada lagi
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan yang infonya ada 51 UMKM. Ini nanti bagaimana mengelolanya, terus peran PAD di kawasan Makam Mbah Bungkul seperti apa.
“Tadi kan diinfokan oleh juru makam, Pak Sis mereka non APBD. Kok bisa begitu. Ini kan punya Pemkot Surabaya, tapi tidak ada anggaran APBD sedikitpun untuk mengembangkan tempat wisata religi tersebut, ” terang dia.
Dengan adanya Makam Mbah Bungkul ini, kata Akma, diharapkan Surabaya punya spot destinasi wisata yang lebih baik. “Kami mendorong agar kawasan Makam Mbah Bungkul ini kelasnya internasional. Apalagi sudah diakui oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO),” pungkas dia.

Jadi Hunian
Anggota Komisi D lainnya, Michael Leksodimulyo menyampaikan kekhawatirannya terkait banyaknya permukiman tidak layak di area sekitar makam. Ada sekitar 15 kepala keluarga (KK) yang tinggal di situ.
Untuk itu, politisi PSI ini mendorong Pemkot Surabaya untuk melakukan penataan kawasan makam agar bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi ini tidak terganggu.
Selain itu, dia juga menyoroti masalah parkir yang banyak ditemukan di sekitar kawasan Taman Bungkul. Dia menilai pengelolaan parkir yang tidak teratur sangat mengganggu kenyamanan pengunjung.
“Ya, kami harapkan pengelolaannya bisa lebih tertata dan dilakukan oleh pemerintah (Dishub), bukan oleh pihak-pihak kecil yang dapat memanfaatkannya secara maksimal,”pungkas dia. KBID-BE

