KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Komisi D Sepakat Pelaksanaan PTM 100 Persen Berdasarkan Kapasitas Ruangan

PTM Surabaya
Hearing Komisi D DPRD Surabaya bersama Dinas Pendidikan terkait PTM. @KBID2022

KAMPUNGBERITA.ID – Komisi D DPRD Kota Surabaya bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan,dan pakar menggelar hearing, Rabu (5/1/2022), terkait persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Wakil Ketua Komisi D, Ajeng Rahmawati mengatakan, pihaknya sepakat adanya evaluasi kembali pada Desember kemarin. Dia juga sepakat PTM di Surabaya dilakukan 100 persen berdasarkan kapasitas ruang. “Terpenting evaluasi disesuaikan dengan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yang terbaru. Soal PTM 100 persen, kita baca kembali tuntutan masing-masing pakar dan kita sepakat 100 persen itu berdasarkan kapasitas ruang,” ungkap dia.

Meski demikian, politisi perempuan Partai Gerindra ini meminta agar dilakukan asesmen ulang untuk menghitung kapasitas ruang pada masing-masing sekolah.

“Harus dilakukan asesmen ulang, yang menghitung mengenai kapasitas ruang masing-masing kelas berapa. Dan, itu hak Dinas Pendidikan merecord ataupun menginventarisasi,”jelas Ajeng.

Jadi, lanjut dia, Komisi D mendukung PTM tetap dilakukan secara bertahap walau tidak 100 persen dan secara tidak langsung tiap usia murid berbarengan.
“Kita juga menunggu Dinas Pendidikan untuk memastikan usia 6 sampai 11 tahun secara matang,” tandas dia.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan, PTM di Surabaya akan dilakukan secara bertahap sembari melihat perkembangan penyebaran Covid-19. Pihaknya akan menyampaikan kepada pihak sekolah, mengenai pemahaman 100 persen tersebut, yaitu 100 persen dari kapasitas ruangan.

“Pemahaman 100 persen ini adalah dari kapasitas ruang, bukan dari jumlah siswa-siswinya. Nanti ini kita yang akan sampaikan ke Kepala Sekolah,” kata Yusuf.

Terkait asesmen ulang, Yusuf mengatakan, akan mengkaji ulang, khususnya pada kapasitas ruangan tersebut.

“Kapasitas itu betul-betul akan kita perhatikan. Dengan pola jarak satu meter per siswa itu, isinya bisa bermacam macam jumlah siswa dari tiap ruangan,” ungkap dia.

Lebih jauh, Yusuf menegaskan, pihaknya tetap akan meminta izin orang tua siswa. Selain itu, juga akan mensosialisasikan hasil evaluasi dan perkembangan penyebaran Covid-19 kepada orang tua siswa. ” Ini agar orang tua siswa setuju, ” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Gunakan Roda Dua, Bhabinkamtibmas-Babinsa Sidoarjo Sebar 1.000 Paket Sembako Peduli Covid-19

RedaksiKBID

Jelang Pilwali, Ketua Dewan Berharap Surabaya Tetap Kondusif

RedaksiKBID

Meriahkan HUT Kemerdekaan, Polda Gelar Berbagai Lomba

RedaksiKBID