
KAMPUNGBERITA.ID-Kepedulian terhadap keluarga yatim dan perempuan kepala keluarga terus mendapat ruang untuk tumbuh di Kota Pahlawan. Yayasan Rumah Bunda Mulia (RBM) resmi hadir di Kota Surabaya melalui launching sekaligus pelantikan pembina dan pengurus RBM Kota Surabaya di Aula RS Wiyung Sejahtera, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pengurus RBM Surabaya, dr. Anis Amiranti, SpA, bersama jajaran pengurus. Turut hadir Ketua Pengurus Rumah Bunda Mulia Jawa Timur, Bunda Hanrini Boekari, S.Kom., M.Sc., Anggota DPRD Kota Surabaya, Johari Mustawan dan Aning Rahmawati.
Momentum peluncuran ini sekaligus ditandai dengan penyaluran santunan kepada puluhan Aromil (janda duafa) di Kota Surabaya. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian RBM terhadap perempuan yang membutuhkan dukungan sosial dan ekonomi.
Kehadiran RBM di Kota Pahlawan, juga menjadi bagian dari pengembangan jaringan organisasi di Jatim. Saat ini, RBM telah hadir di sejumlah daerah, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Sidoarjo.
Perluasan jaringan tersebut diharapkan semakin memperkuat jangkauan pelayanan dan pemberdayaan keluarga yatim serta masyarakat yang membutuhkan pendampingan.
Ketua Pengurus RBM Surabaya, dr. Anis Amiranti menyampaikan rasa syukur atas diresmikannya Rumah Bunda Mulia di Surabaya. Menurut dia, kehadiran RBM diharapkan menjadi wadah untuk memperluas gerakan kepedulian dan pemberdayaan keluarga yatim. “Alhamdulillah, hari ini launching Rumah Bunda Mulia sekaligus pelantikan pembina dan pengurus RBM Kota Surabaya. Ini menjadi langkah awal bagi kami untuk menjalankan amanah organisasi dan menghadirkan program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar dr. Anis.
Dia menegaskan, RBM Kota Surabaya siap menyukseskan visi dan misi Yayasan Rumah Bunda Mulia, yakni menjadi organisasi yang produktif dan bermanfaat dalam upaya peningkatan kualitas serta pemuliaan keluarga yatim.
Salah satu fokus utamanya adalah mengokohkan peran organisasi dalam meningkatkan kualitas keluarga yatim melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dakwah, kesejahteraan sosial, ekonomi, hingga kesehatan.
Dia menyebut perhatian terhadap keluarga yatim tidak cukup hanya diwujudkan melalui pemberian bantuan sesaat. Diperlukan pendampingan dan pemberdayaan berkelanjutan agar keluarga yang didampingi memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian.
“RBM Kota Surabaya siap mengokohkan peran yayasan dalam meningkatkan kualitas keluarga yatim, baik di bidang pendidikan, kesejahteraan sosial, ekonomi, maupun kesehatan,” ungkap dia.
Selain menjalankan program internal yayasan, RBM Kota Surabaya juga membuka peluang kolaborasi dengan Pemkot Surabaya, khususnya dalam pendampingan dan pemberdayaan perempuan single parent atau orang tua tunggal.
dr. Anis menilai, perempuan yang menjadi penopang utama keluarga membutuhkan dukungan yang tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi juga penguatan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi. “RBM Kota Surabaya juga siap berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya dalam pendampingan dan pemberdayaan perempuan single parent di Kota Surabaya. Harapannya, semakin banyak keluarga yang bisa mendapatkan pendampingan dan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya,”tandas dia.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan, sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi sosial dan pemerintah dalam menjawab persoalan keluarga rentan.
Sebagai bagian dari rangkaian launching, RBM Kota Surabaya juga menyerahkan santunan kepada puluhan Aromil atau janda duafa yang berasal dari sejumlah wilayah di Surabaya. Penyaluran santunan ini menjadi wujud nyata kepedulian organisasi terhadap perempuan yang membutuhkan perhatian dan dukungan sosial. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah awal RBM untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Ke depan, RBM Kota Surabaya akan mengembangkan kemitraan dengan berbagai lembaga serta memperkuat soliditas kepengurusan agar program-program yayasan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dengan mengusung semangat peningkatan kualitas dan pemuliaan keluarga yatim, kehadiran Rumah Bunda Mulia di Surabaya diharapkan tidak hanya menjadi wadah berbagi kepedulian, tetapi juga ruang pendampingan dan pemberdayaan bagi keluarga yang membutuhkan.
Launching ini menjadi awal ikhtiar bersama untuk menghadirkan lebih banyak manfaat, menguatkan keluarga, serta menumbuhkan harapan bagi mereka yang membutuhkan perhatian. KBID-BE

