KampungBerita.id
Headline Teranyar

Masyarakat Diminta Tak Panik, Gubernur Siapkan Sanksi bagi Pelanggar PSBB

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Pawrawansa saat membuka Lumbung Pangan Jatim.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku telah menyiapkan sanksi bagi masyarakat yang melanggar aturan PSBB di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik (Surabaya Raya) yang telah disetuji Kementerian Kesehatan.

“Saya tahu bahwa ada bab tentang sanksi. Saya tahu ada dua pasal. Tetapi finalnya saya minta tolong kita menunggu. Lebih baik menunggu sampai final,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (20/4) malam.

Khofifah belum mau merinci sanksi yang akan diberikan kepada masyarakat pelanggar PSBB untuk menekan penyebaran virus corona. Ia mengaku menunggu persetujuan dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, sebelum menyampaikan secara utuh persiapan pihaknya melaksanakan PSBB di Surabaya Raya.

“Lebih baik Setelah semuanya final. Baru kita akan melihat oh ini bab tentang sanksi ini,” ujar Khofifah.
Surat pengajuan itu dilengkapi berbagai lampiran kelengkapan. Ia berharap rancangan peraturan gubernur yang sudah pihaknya susun bisa menjadi referensi wali kota atau bupati terkait.

“Detailnya saya rasa nanti saja setelah final. Tapi bagaimana ini bisa efektif sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat,” ujarnya.

Gubernur juga meminta warga tidak panic buying selama PSBB. Menurutnya, lubung pangan Jatim cukup untuk mengcover kebutuhan pangan masyarakat selama Pandemi Covid-19.

”Saya ingin memastikan nggak usah ada panic buying, tidak usah ada panic buying. Karena lumbung pangan ini insyaallah kita siapkan dari 21 April hari ini sampai dengan 21 Juli,” kata Khofifah di JX International Surabaya, Selasa (22/4/2020).

Khofifah memastikan stok pangan di Jatim masih aman. Begitu pula dengan stok sembako murah yang dijual di Lumbung Pangan Jatim.

Namun, Khofifah mengakui jika ada sejumlah pembatasan. Misalnya untuk gula pasir, warga hanya diperbolehkan membeli dua kilogram per orangnya. Aturan itu dibuat agar masyarakat lain bisa menikmati sembako murah ini.

“Insyaallah stok kita cukup aman bahwa memang ada pembatasan, karena kita ingin menyediakan untuk masyarakat umum,” ungkapnya.

Ia juga mengecam siapa saja yang memborong sembako di lumbung pangan untuk dijual lagi. Dia meminta masyarakat Jatim bisa lebih solidaritas agar semuanya bisa menikmati promo ini.

Di kesempatan yang sama, Khofifah juga mengajak pengusaha pangan di Jatim yang ingin menjual produknya dengan harga sedikit murah, bisa bekerja sama dengan pihaknya.

“Dalam diskusi kami bersama Kapolda, waktu kita ingin mengundang para pelaku usaha untuk bisa berpartisipasi memberikan produknya di sini, dengan harga di bawah harga pasar,” pungkas Khofifah. KBID-DAY

Related posts

Raih Penghargaan, Bukti Pengakuan terhadap TPS Menguat

Baud Efendi

PSBB Surabaya Raya segera Diterapkan, Pergub,Perwali, dan Perbup harus Sejalan

RedaksiKBID

Gunung Agung Merekah, Magma Mulai Terlihat di Permukaan

RedaksiKBID