KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Minta Transparansi Penerima Bansos, PMII Surabaya Dituding akan Salahgunakan Data

PC PMII Surabaya saat audensi soal transparansi data bansos dengan staf Dinas Sosial.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Surabaya menilai Pemerintah Kota Surabaya tidak transparan terkait data Bantuan Sosial bagi warga terdampak pandemi Cavid-19 di kota Surabaya.

Hal itu disampaikan setelah adanya Audiensi yang difasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) melalui Surat dari Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat yang bernomor : 005/9846/436.8.4/2021.

Ketua Umum PC PMII Surabaya, Moch. Fikri Ramadhan menuding OPD Pemerintah Kota Surabaya tidak transparan soal data penerima bansos, pasalnya saat dilakukannya audiensi pihak Pemkot tidak bisa dan tidak mau menunjukan data penerima bansos.

“Di sini kami hanya ingin melakukan komparasi data dari pemerintah dan data yang sudah dimiliki tim dari PMII Surabaya, namun dari mereka tidak mau transparan dan bisa menunjukan data sama sekali, malah datang denga kertas kosong” kata Fikri, Rabu (11/8/2021).

Ketika diminta menunjukan data, lanjut Fikri, pihaknya malah dituduh OPD Pemkot akan menyelahgunakan data tersebut.

“Saya heran, perwakilan Pemkot Bagian Administrasi Kerjasama malah menuding kami akan menyalahgunakan data penerima Bansos dari Pemkot. Padahal kami hanya ingin melakukan komparasi data dari pemerintah dan tim dari PMII Surabaya secara transparansi,” jelasnya.

Ia juga mengaku kecewa kepada pihak Pemkot, pasalnya, ketika audiensi tidak mendatangkan Kepala Dinas Sosial yang mengetahui tentang bansos, melainkan staf yang menurutnya tidak mengerti tema audiensi.

“Kami sangat kecewa atas jamuan audiensi ini. Kepala Dinas tidak datang dalam audiensi ini, yang datang malah staf bagian dana hibah yang tidak mengerti tema kita,” tambahnya.

Fikri menjelaskan, PC PMII Surabaya telah melakukan kajian strategis untuk menyikapi data bansos bagi warga Surabaya yang terdampak pandemi. Dan juga kemudian dibentuk Tim untuk observasi sekaligus pengumpulan data.

Ia juga mengaku pihaknya menemukan sekitar 150 warga Surabaya yang tidak menerima bantuan sosial, padahal menurutnya warga tersebut sangat layak untuk mendapatkan bantuan.

“Dengan data-data yang telah terkumpul, kita PC PMII Surabaya menemukan banyak data bansos yang tidak tepat sasaran bagi warga Surabaya yang terdampak pandemi Covid-19, dan ada sekitar 150 warga yang tidak mendapat bantuan sosial,” tegasnya.

Tidak puas atas hasil audiensi tersebut, PC PMII Surabaya akan melayangkan surat untuk meminta audiensi ulang dan dihadiri oleh Wali Kota Surabaya.

“Kami tidak puas atas audiensi tersebut, kedepan kita meminta audiensi ulang yang langsung dipimpin oleh Wali Kota Surabaya,” pungkasnya.KBID-DJI-BE

Related posts

DPRD Jatim Usulkan Langgar Gipo Menjadi Bagunan Cagar Budaya

RedaksiKBID

Sekap Cewek, Pemuda Gedangan Ditangkap Polisi

RedaksiKBID

KPU RI Tekankan Pentingnya Monev PDPB untuk Pastikan Data Pemilih Benar

Baud Efendi