KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Obat dan Oksigen Mulai Langka, Fraksi PSI Minta Pemkot dan Kepolisian Tindak Tegas Penimbun

Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Surabaya William Wirakusuma.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Melonjaknya jumlah kasus Covid-19 beberapa minggu terakhir meningkatkan kebutuhan alat kesehatan dan obat-obatan. Tingginya kebutuhan oksigen dan obat menimbulkan kelangkaan yang akhirnya berimbas pada melambungnya harga.

Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Surabaya William Wirakusuma, menyerukan adanya penindakan tegas bagi oknum yang kedapatan menjual obat dan oksigen dengan harga tak wajar.

“Pemkot Surabaya harus bersinergi dengan kepolisian untuk memburu oknum tidak bertanggungjawab agar layanan fasilitas kesehatan kita tidak terganggu. Kalau perlu bikin kanal aduan,” ujar William Wirakusuma yang dihubungi via daring, Senin (5/7/2021).

William menjelaskan, bahwa Pemerintah Pusat telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK Kemenkes RI Nomor HK.1.7/Menkes/4826/2021) yang menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk obat-obatan yang biasa digunakan pasien Covid-19. Penjualan obat-obatan di atas harga tersebut dapat dipandang sebagai tindakan melawan hukum dan dapat dikenai sanksi. Terlebih kebanyakan bahan baku obat ini masih impor sehingga stoknya harus benar-benar dikontrol.

Senada dengan hal tersebut, pihak Polri melalui kepala Bareskrimnya juga telah menyatakan kesiapannya untuk mengawasi potensi penyimpangan penjualan obat ini. Mereka akan mengerahkan pasukannya untuk mencari dan menindak oknum yang menimbun dan menjual obat dengan harga tak wajar.

“Untuk masyarakat juga bisa ikut berperan melakukan pengawasan dan melaporkan ke pihak berwenang. Terus yang paling penting jangan ikut panic buying, kita utamakan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkap William Wirakusuma yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya ini.

Sementara itu, untuk permasalahan tabung oksigen yang langka, juga mengakibatkan kenaikan harga yang fantastis. Kenaikan bisa 3-5 kali lipat, bahkan lebih. Kabarnya tembus Rp 2,5 juta untuk tabung 1 meter kubik. Jakarta dan Jogja telah mengalami kelangkaan ini sekitar dua minggu terakhir.

“Untuk tabung oksigen ini memang belum ada penetapan HET seperti obat-obatan. Banyak pihak sudah mendorong termasuk YLKI. Selain HET, saya juga berharap ada kebijakan tabung oksigen hanya boleh disewa. Jadi habis sembuh bisa dikembalikan,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Pemkab Bojonegoro Mulai Sosialisasikan Pengadaan Tanah Bendung Gerak Karangnongko

RedaksiKBID

Sengaja Sebar Hoaks, Gus Ipul: Ratna Sarumpaet Layak Masuk Penjara

RedaksiKBID

Surabaya Dikepung Banjir

RedaksiKBID