KampungBerita.id
Kampung Raya Peristiwa Surabaya Teranyar

Pakar Epidemiologi Imbau Jemaah Haji Lakukan Isolasi Mandiri, Sementara Jangan Terima Tamu

Para jemaah yang baru pulang menunaikan ibadah haji menjalani pengecekan suhu badan di Asrama Haji Sukolilo.@KBID-2022

KAMPUNGBERITA.ID-Para jemaah haji yang baru pulang menunaikan ibadah haji setidaknya menahan diri untuk tidak langsung menerima tamu atau menggelar tradisi silahturahmi dan tasyakuran dengan masyarakat sekitar selama 40 hari.Hal ini untuk memastikan aman bagi diri sendiri, serta aman bagi orang lain.

Seperti diketahui, anggota DPRD Kota Surabaya, Moch Machmud sepulang dari ibadah haji, Selasa (19/7/2022) dikabarkan positif Covid-19, meski pada perkembangan terakhir hasil PCR-nya negatif.

Repotnya, warga yang berkunjung ke rumah politisi Partai Demokrat itupun ikut di-swab oleh Puskesmas Manukan Kulon, meski hasilnya negatif.

Pakar Epidemiologi Universitas Airlangg Surabaya, Dr Windhu Purnomo.@KBID-2022

Pakar Epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr Windhu Purnomo mengimbau agar jemaah haji dari Surabaya ataupun dari daerah lain yang baru pulang menunaikan ibadah haji untuk menahan diri dan tidak menggelar tradisi silahturahmi ataupun tasyakuran dengan warga sekitar.

“Meskipun hasil tes antigen atau pun PCR negatif, mestinya para jemaah haji yang baru pulang menunaikan ibadah haji melakukan isolasi mandiri.
Ini untuk memastikan aman bagi diri sendiri, serta aman bagi orang lain,” ungkap dia.

Windhu Purnomo mengkhawatirkan kloter di luar Jatim tidak seketat prokes di wilayah Provinsi Jatim yang harus melalui tes PCR bagi jemaah haji yang bergejala influenza atau batuk. Sedangkan bagi yang tidak bergejala harus tetap tes antigen untuk semua jemaah haji ketika telah pulang dari Tanah Suci.

“Kalau di Jatim tidak masalah. Namun di luar Jatim seharusnya mereka para jemaah haji di kloter awal tetap harus melakukan karantina mandiri ketika baru tiba dari Tanah Suci, karena belum tentu mereka semua telah melakukan tes antigen,” tandas dia.

Lebih jauh, Windhu Purnomo mengatakan, ada sekitar lebih dari 25 jemaah haji yang sempat positif sepulang dari Tanah Suci dan mereka harus melakukan karantina atau isolasi mandiri. Dan bagi yang sudah jelas positif Covid-19, dia kembali menegaskan kepada para jemaah haji untuk jangan dulu menerima tamu.

Dia juga mengingatkan serta menekankan kepada para jemaah haji, bahwa sepulang dari Tanah Suci harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal ini untuk menjaga diri sendiri dan juga orang lain.”Saya juga minta pihak puskesmas terdekat untuk mengawasi lebih intens,” pungkas Dr. Windhu Purnomo.

Lebih jauh, dia menegaskan, keluarga atau kerabat jemaah haji harus tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat.
“Jadi sementara prosedur tetap (protap) yang sudah ada dan yang telah diperbarui oleh Kementerian Kesehatan, sebelumnya untuk jemaah yang baru pulang dari Tanah Suci itu hanya yang bergejala saja harus dilakukan tes PCR, sedangkan yang 10 persen dilakukan sampling tes antigen bagi yang tidak bergejala,” kata Windhu Purnomo.

Kini peraturan baru adalah setiap jemaah haji yang pulang ke Indonesia dari Tanah Suci yang bergejala influenza atau batuk tetap harus tes PCR. Sedangkan yang tidak bergejala harus dilakukan ke semua jemaah haji, yaitu tes antigen.

Windhu Purnomo menuturkan, beberapa kloter yang di luar Jatim masih menggunakan aturan lama. Sedangkan khusus di Jatim, atas inisiatif dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa harus dilakukan tes swab antigen ke semua jemaah yang baru pulang dari Tanah Suci.

Dia menilai inisiatif Gubernur sangat bagus sesuai instruksi dari Kementerian Kesehatan. Sedangkan jika ada jemaah haji yang positif Covid-19 melalui tes antigen, baru selanjutnya akan dilakukan tes swab PCR.

“Penanganan untuk antisipasi sebaran Covid-19 yang telah dilakukan oleh Provinsi Jatim merupakan pioner dan mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan,” tandas dia.

Windhu Purnomo menambahkan, bagi jemaah yang belum melakukan vaksin booster, akan tetap harus dilakukan vaksinasi Covid-19, yakni Booster yang ketiga.

“Terutama bagi para jemaah haji yang waktu jedanya telah lebih dari tiga bulan sejak vaksin kedua, akan dilakukan vaksinasi Covid Booster yang ketiga dan seketika itu juga ketika tiba dari Tanah Suci,”ungkap dia.

Sementara Jubir Satgas Covid-19 Jatim, dr. Makhyan Jibril Al Farabi
mengatakan, sesuai dengan arahan Gubernur Jatim, PPIH bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan petugas yang tergabung di Satgas Covid- 19 akan berupaya dalam pencegahan Covid-19. “Ini sudah komitmen seluruh stakeholder, karena kita perlu disiplin terkait pencegahan sebaran Covid-19 ini,”ungkap dia.

Dia menyatakan,
secara proses, jemaah yang baru tiba di Debarkasi Surabaya akan dilakukan pengecekan suhu badan. Kemudian sesuai ketentuan, bagi jemaah yang mengalami gejala ringan dan memiliki suhu di atas 37 derajat celcius akan dilakukan pemeriksaan swab PCR. Sedangkan bagi jamaah lainnya tetap di tes swab antigen.

“Jadi semua diperiksa secara lengkap, baik yang memiliki gejala maupun yang tidak, pokoknya kita lakukan secara ketat, karena kita tidak mau nantinya ada klaster haji,” tegas dia.

Disinfeksi juga dilakukan pada jemaah, barang bawaan jemaah, serta bus yang membawa jemaah. Bus akan disinfeksi sebelum dan sesudah digunakan penjemputan.

“Tak hanya itu, bagi jemaah yang belum melakukan booster serta memenuhi persyaratan, akan dilakukan vaksinasi Covid Booster yang ketiga,” tandas dia.

Dia menjelaskan, bahwa jika nantinya ada jemaah yang positif, akan dilakukan isolasi terpusat di kota/kabupaten. “Sesuai dengan ketentuan daerah masing-masing. Yang pasti semua proses dan prosedur selesai di Debarkasi Surabaya,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Agustus, KPU Surabaya Verifikasi Administrasi Keanggotaan Parpol

RedaksiKBID

Kutip Pengurusan AJB 10 Persen, Kades di Pasuruan Terjaring OTT

RedaksiKBID

DPRD Jatim Dorong Pemprov Maksimalkan Potensi Gas di Madura

RedaksiKBID