KampungBerita.id
Kampung Bisnis Kampung Raya Teranyar

Pemprov Jatim Tekan Angka Penyembelihan Sapi Betina Produktif

Wemmi Niawamati, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur

KAMPUNGBERITA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus mengendalikan aktivitas penyembelihan sapi betina produktif.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Wemmi Niawamati mengatakan, larangan penyembelihan sapi betina produktif tertuang dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat (4), menyebutkan setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif.

“Untuk pengendalian tersebut, setiap sapi yang akan disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) harus dilakukan pemeriksaan ‘antemortem’. Apakah ternak tersebut sehat, bunting atau ternak tersebut produktif itu harus diperiksa oleh dokter hewan maupun paramedis,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Disnak Jatim juga mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengendalikan betina produktif yakni pengawas Kesmavet atau kesehatan masyarakat veteriner. “ Tugas mereka yakni memeriksa sapi yang akan di potong di RPH,” terang dia.

Pengawasan di sejumlah RPH pun dilakukan oleh personel Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas), yang dikerahkan Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri. “ Jadi kalau pusat dengan Baharkam Polri, dan provinsi dengan Babinkamtibmas Polda serta kabupaten dengan Polres,” katanya.

Sementara dalam pasal 86, diatur sanksi pidana kurungan bagi orang yang menyembelih ternak ruminansia besar betina produktif paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun, dan denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 300 juta. “Hingga saat ini, kami lakukan sosialisasi secara intens jangan sampai peternak atau jagal kami melanggar atau memotong sapi tersebut,” ujarnya.

Adapun jumlah sapi yang dipotong per November 2018 sebanyak 196.335 ekor. Terdiri dari jantan 141.000 ekor dan betina tidak produktif 53.000 ekor. Dan yang ditolak karena produktif sebanyak 2.335ekor. Sedangkan jumlah sapi di Jatim sebanyak 4,5 juta jantan dan betina sebanyak 69 persen dari jumlah tersebut atau 3,1 juta. Lalu, dari 3,1 juta terdapat betina dewasa yakni umur 1,5 tahun sebanyak 2 juta. KBID-NAK

Related posts

BanyaK Digarap Pihak Ketiga, Rumah Sakit Diimbau Kelola Limbah Medis secara Mandiri

RedaksiKBID

Kemenristek Dikti Sebut Indonesia Masih Kekurangan 241 Ribu Guru SD

RedaksiKBID

Tak Ada Gunung Meletus di Surabaya, Warga Rungkut Kidul Dihujani Debu Limbah Pabrik

RedaksiKBID