KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Surabaya Teranyar

Picu Kemacetan dan Keluarkan Bau Tak Sedap, TPS Dekat Makam WR Soepratman Harus Dipindah

Peziarah makam WR Soepratman merasa kurang nyaman karena lokasi makam dekat depo sampah yang keluarkan bau tak sedap. @ KBID-2022

KAMPUNGBERITA.ID-Jika rencana Pemkot Surabaya membangun Taman Wisata Komodo di Kawasan Mangrove Wonorejo bisa terealisasi, maka makam pencipta Lagu Indonesia Raya, Wage Rudolf (WR) Soepratman di Jalan Kenjeran bisa masuk paket kunjungan wisata di Surabaya.

Hanya saja yang perlu menjadi perhatian Pemkot Surabaya, makam Pahlawan Nasional sekaligus pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya itu bersebelahan dengan tempat pembuangan sampah atau depo sampah. Sehingga saat berada di lokasi makam tercium bau busuk. Ini membuat masyarakat merasa tak nyaman saat datang berziarah.

Tidak hanya itu, puluhan gerobak sampah yang di parkir di pinggir jalan tak hanya membuat arus lalu lintas di Jalan Kenjeran macet, tapi juga merusak estetika atau keindahan pemandangan kota.

Kondisi ini menjadi sorotan tajam para seniman dan juga kalangan DPRD Kota Surabaya.

Anggota DPRD Kota Surabaya dari Dapil 2 (Kecamatan Tambaksari, Semampir, Kenjeran, Pabean Cantikan), Baktiono meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya segera memindahkan TPS di kawasan tersebut, biar asri bersih dan tampak bagus walaupun di sampingnya ada sungai.

“Makam WR Soepratman harus benar-benar dirawat, tidak hanya di dalam dan makamnya saja, tapi lingkungan sekitarnya. Sebab banyak warga Kota Surabaya dan luar daerah, juga pelajar yang ingin mengetahui seperti apa WR Soepratman dan peristirahatan terakhirnya, ” ujar Baktiono, Senin (25/4/2022).

Dia mengatakan, kalau di sana ditemukan tempat pembuangan sampah, itu tidak layak, sungainya tidak bersih, dan itu kurang baik. Estetikanya juga tidak baik.
Apalagi puluhan gerobak diparkir di pinggir jalan, sementara di situ juga ada U-tern (putar balik) sehingga tiap hari terjadi kemacetan lalu lintas dan menggangu pemakai jalan, ” ujar politisi senior PDIP ini.

Karena itu, Baktiono menyarankan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya mencari alternatif lain untuk TPS tersebut. Dia mengatakan, ada beberapa tempat yang bisa dijadikan titik terkonsentrasi. Dengan begitu, di area sekitar makam pahlawan WR Soepratman bisa dibangun fasilitas-fasilitas taman atau fasilitas yang bisa jadi edukasi bagi warga yang berkunjung ke sana.

Di sana penduduk cukup padat, otomatis, sampahnya juga banyak, maka harus di bagi di daerah Kapas Madya Baru Kelurahan Gading, paling tidak sudah disediakan TPS yang berbeda.

Kemudian di daerah Simokerto termasuk di Kelurahan Rangkah disediakan TPS sehingga tidak lagi di dekat makam pahlawan.

“Karena itu harus dipecah. TPS disitu dibuatkan papan yang baik, sehingga kita menghormati dan menghargai WR Soepratman dengan karyanya yang luar biasa,” tutur Baktiono.

Walaupun sekarang kemacetan di depan TPS bisa diatasi, namun harus dicarikan tempat lagi di tiga wilayah itu, yakni Kecamatan Simokerto, khususnya Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Tambaksari khususnya Kelurahan Kapas Madya Baru, Kelurahan Gading, dan Kelurahan Rangkah.
“Sekali lagi harus dicarikan tempat TPS yang baru. Jangan terkonsentrasi di samping makam WR Soepratman sehingga kelihatan bagus, ” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

51 Gedung di Surabaya Tak Punya Sertifikat Laik Fungsi

RedaksiKBID

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan dengan Bahan Baku Tawas dan Bumbu Kadaluarsa

RedaksiKBID

Sejumlah Pasar Buah di Tanjungsari Langgar Perda, Komisi B Desak Pemkot Layangkan Surat Peringatan

Baud Efendi