
KAMPUNGBERITA.ID – Pimpinan DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk bekerjasama dengan semua pihak guna menambah jumlah lokasi atau tempat isolasi pasien Covid-19. Hal ini mengingat kebutuhan tempat isolasi maupun perarawan di sejumlah rumah sakit di Surabaya sudah overload.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, AH Thony mengatakan lonjakan kasus Covid-19 di Surabaya yant terus terjadi membuat rumah sakit kewalahan menangani pasien. Banyak dari mereka (pasien) yang akhirnya dirawat di lorong rumah sakit, sementara keluarga
pasien berada di sekitarnya. Hal ini cukup membahayakan lantaran paparan Covid-19 bakal menimpa keluarga pasien. Untuk itu, kata dia, perlu didirikan ruah sakit darurat khusus menanganai Covid-19. Dia memahami, selama ini banyak aksi
penolakan ketika hendak dibangun rumah sakit darurat. Namun, kata dia, dengan pendekatan yang masif dan melibatkan semua elemen masyarakat hal itu bisa dicapai.
Sebab, uja dia, hal ini tidak bisa dibiarkan lantaran persoalan kapasitas rumah sakit yang sudah tidak memungkinkan. Bahkan, pasien yang sakitnya dalam kategori parah pun terpaksa harus isolasi mandiri di rumah. Hal ini justru bakal membahayakan keluarga mereka.
“Karena itu, kita meminta kepada pemerintah kota untuk kerjasama dengan pemerintah provinsi, rumah sakit dan masyarakat,” tuturnya.
“Selain menambah lokasi isolas, DPRD Kota Surabaya meminta pemerintah kota menambah ambulans sebagai respons banyaknya warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah.
“Hampir setiap hari, kami mendapatkan banyak keluhan terkait penjemputan oleh ambulans jenazah Dinsos melalui Call Center 112 di mana waktu tunggunya bisa sampai empat jam lebih,” tutur Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah.
Khusnul mengungkapkan, setiap hari kasus positif Covid-19 di Kota Pahlawan mengalami lonjakan. Lonjakan kasus positif Covid-19 membuat pelayanan ambulans yang mengantar jenazah maupun pasien yang dirujuk ke rumah sakit mengalami antrean. Selain itu, Khusnul mengungkapkan bahwa pemakaman jenazah dengan cara protokol kesehatan juga menjadi permasalahan bagi pemkot.
“Pelayanan ambulans jenazah sebagai fokus permasalahan yang harus dicarikan solusi bersama,” ungkapnya. KBID-PAR

