KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Presiden Pidato HUT Kemerdekaan RI, Risma Tinggalkan Ruang Sidang Paripurna

Suasana Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Surabaya, Kamis (16/8).

KAMPUNGBERITA.ID – Sidang Paripurna Istimewa dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-73 yang disiarkan secara live di Gedung DPRD Surabaya menuai kritik.

Pasalnya, saat orang nomor satu di Indonesia tersebut sedang membacakan pidatonya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini memilih keluar ruangan daripada mendengarkan pidato presiden hingga tuntas. Tak hanya itu, walikota dengan beragam penghargaan tersebut datang terlambat ke ruangan sidang.

Risma datang saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato. Namun belum sampai satu jam, Risma keluar ruangan. Saat itu, Presiden Jokowi masih berpidato.

Tidak diketahui alasan Risma meninggalkan sidang penting tersebut. Tak ada konfirmasi. Bahkan saat dicegat awak media, Risma tak membicarakan sedikitpun tentang sidang paripurna atau juga isi pidato presiden. “Aku gak iso konsentrasi rek (Saya tidak bisa konsentrasi),” katanya singkat, Kamis (16/8).

Selain Risma, Ketua DPRD Surabaya, Armuji juga ikut keluar saat Presiden Jokowi masih berpidato. Akibatnya, beberapa anggota dewan dan tamu undangan juga memilih keluar. Ruang sidang pun terlihat sepi. Sampai akhir pidato Jokowi, hanya 22 anggota DPRD dan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tampak memenuhi kursi ruang sidang.

“Nasionalisme seseorang memang tidak bisa diukur dari kehadiran di agenda kenegaraan seperti ini. Tetapi patut disayangkan ketika Ibu Risma meninggalkan tempat saat acara belum selesai. Apalagi saat itu Presiden sedang berpidato,” kritik anggota Fraksi Handap DPRD Kota Surabaya, Vinsensius Awey.

Sebab, kata dia, dalam pidato Presiden ada banyak hal urgen terkait pembangunan yang bisa disinergikan dengan program pembangunan di daerah. “Nah, kepala daerah dan anggota DPRD seperti kami ini diharapkan bisa mengambil intisari dari pidato itu. Kebijakan pemerintah pusat bisa diterjemahkan oleh daerah. Sehingga program pusat dan daerah bisa nyambung,” tutur politisi Partai NasDem ini.

Tak hanya itu, meninggalkan agenda penting dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI tersebut menurut Awey juga menjadi pemandangan tidak elok bagi masyarakat. Apalagi mereka adalah seorang tokoh dan menjadi panutan.KBID-NAK

Related posts

Gali Potensi Sejak Dini, Pemkot Mojokerto Gelar Kejuaraan Sepak Takraw

RedaksiKBID

Tengarai Ada Kepentingan Politik 2024, Komisi A Pelototi Pembahasan Perwali RT-RW

RedaksiKBID

Jual Beli Objek Lahan di Kwangsan Sidoarjo Hanya Gunakan Foto Copy SK Gubernur

RedaksiKBID