
KAMPUNGBERITA.ID-Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PKB, H. Mohammad Faridz Afif, S.IP, M.A.P yang melaksanakan reses perdana di Balai RW 03, Tambak Wedi Baru, Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Senin (8/9/2025) malam, disambati berbagai persoalan.
Dalam reses yang dihadiri sekitar 150 warga RW-03 Kelurahan Tambak Wedi yang dikemas santai dan penuh kegembiraan ini, Afif menerima berbagai aspirasi dan keluhan dari warga, terkait adanya kampung yang belum tersentuh pavingisasi, serta adanya usulan pembangunan gorong-gorong yang belum terealisasi.
Begitu juga terkait jalur utama yang nanti akan ada pembebasan lahan aset Pemkot Surabaya yang akan dipakai jalan tembus (jalan alternatif) di sebelah Puskesmas Tambak Wedi, Afif berharap Pemkot Surabaya segera merealisasikan pembebasan lahan tersebut.
“Apa yang jadi aspirasi atau keluhan warga akan kami tampung dan kami kawal sampai terealisasi. Karena apa? Karena Tambak Wedi ini adalah kelurahan yang paling pojok, sebelah pantai paling ujung sendiri di Kecamatan Kenjeran,”ujar dia.

Selain itu, sejumlah program yang dipaparkan Afif, mendapat apresiasi warga RW-03 Tambak Wedi Baru. Di antaranya, ambulans gratis dan juga pemberian beasiswa kepada anak yatim piatu untuk bersekolah gratis di SD Al Ichsan Bulak Banteng, di mana dia sebagai pendirinya. “Anak yatim piatu menjadi prioritas dan akan digratiskan selama enam tahun atau hingga lulus SD. Ya, persyaratannya harus ada surat keterangan dari RT/RW,”ungkap dia.
Terkait persoalan klasik yang banyak dikeluhkan warga Surabaya, khususnya Surabaya Utara, yakni soal air PDAM, Afif yang berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kota Surabaya meminta kepada warga yang rumahnya belum teraliri pipa PDAM, atau airnya keruh dan hanya keluar pada malam hari saja, untuk melaporkan persoalan tersebut ke dirinya untuk segera ditindaklanjuti ke Perumda Air Minum Surya Sembada (dulu PDAM).
Dia menegaskan, dengan pembangunan
Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karangpilang IV, bisa mengatasi kesulitan air di Surabaya, khususnya wilayah Surabaya Utara. Sebab IPAM Karangpilang IV ini dirancang dengan kapasitas besar, yakni 1.000 liter per detik.
Tambahan kapasitas dari IPAM Karangpilang IV ini dipersiapkan untuk menambah suplai air ke daerah layanan yang masih terbatas, utamanya di kawasan Surabaya Utara. “Jika pembangunan IPAM Karangpilang IV sudah selesai dan jaringannya sudah ke masyarakat, saya rasa akan mampu menjawab kebutuhan air bersih, khususnya di wilayah-wilayah pinggiran yang selama ini belum sepenuhnya terlayani optimal. Apalagi pipanya lewat Asemrowo dan ke sini. Ada juga pompa yang bisa mendorong air hingga penyebarannya lebih merata,”tandas dia.

Pada reses pertama kali ini, Afif menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Surabaya, bahwa ke depan DPRD Kota Surabaya bersama-sama warga Surabaya akan “Njogo Suroboyo” agar situasinya tetap aman dan kondusif. Karena apa? Karena anggota dewan tidak akan pernah jauh dengan warga Surabaya.
” Saya yakin 50 wakil rakyat yang duduk di DPRD Kota Surabaya akan selalu bersama masyarakat Surabaya,” pungkas dia. KBID-BE

