KampungBerita.id
Peristiwa Surabaya Teranyar

Sebut Massa Idiot Mendemo Dirinya, Dhani Ditantang Wasekjen PP Rijalul Ansor

Potongan gambar video Ahmad Dhani saat didemo di Hotel Majapahit, Surabaya

KAMPUNGBERITA.ID -Insiden terjadi di hotel tempat Ahmad Dani menginap yakni di Hotel Majapahit, Jl TUnjungan. Ratusan massa menghadang Dhani yang hendak berangkat ke kawasan Tugu Pahlawan untuk mengikuti Deklarasi #2019GantiPresiden.

Lantasan kesal, Ahmad Dani mengunggah vlog videonya saat berada di hotel tersebut. Video kemudian viral di media sosial WhatsApp (WA). Dalam videonya, Ahmad Dhani menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh peserta Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden di area Monumen Tugu Pahlawan, karena tidak bisa hadir.

Ketidakhadiran Dhani, karena hotel tempatnya menginap: Hotel Majapahit di Jalan Tunjungan dikepung 100 orang yang menolak deklarasi. Otomatis suami Mulan Jameela ini tertahan, tak bisa keluar hotel.
Dhani pun menyebut para pendemo itu idiot. “Ini yang demo, yang demo ini yang membela penguasa, lak lucu ah, lucu ah, gitu. Ini idiot-idiot, idiot-idiot ini. Mendemo, mendemo orang yang gak berkuasa,” kata Dhani.

Sebelum Dhani kembali melanjutkan komentarnya, terdengar suara yang diduga dari laki-laki berambut gondrong yang menyebut, “Ini Banser!” Kemudian oleh Dhani dibalas dengan tertawa “Hehee…”
Muncul lagi suara yang diduga dari Ketua Relawan Go Prabowo-Sandi Jawa Timur, Siti Rafika Hardhiansari.
“Beraninya lawan perempuan, narik-narik jilbab, ayo, satu lawan satu pak, gak apa-apa pak, ayo,” tantangnya.

Sebelum menutup pernyataannya, Dhani mengaku masih menahan amarahnya. Karena jika tidak, dia bisa menghabisi semua pendemo di depan hotelnya.

“Dua jam didemo di depan sana dibiarkan (polisi). Saya gak bisa keluar gitu lho, saya kan takut kalau saya keluar nanti, saya marah, saya habisi semua, kan repot. Saya ngalah ajalah, ngalah nunggu di sini,” tegas Dhani.

Ucapan musisi kondang Ahmad Dhani Prasetyo menyebut pendemonya idiot, mendapat reaksi keras dari PP Rijalul Ansor. Mereka menantang balik pentolan grup band Dewa 19 tersebut.

“Saya atas nama PP Rijalul Ansor Pusat, dan atas nama warga Surabaya ingin mengomentari apa yang dikomentari Ahmad Dhani tadi, yang mengatakan bahwa Banser idiot, warga Surabaya idiot. Sebenarnya yang idiot ini siapa? Banser atau anda?” tegas Wasekjen PP Rijalul Ansor, Muhammad Maftuh (Gus Maftuh) di Surabaya, Minggu (26/8).

Sebenarnya, kata Gus Maftuh, pihaknya dan warga Surabaya pada umumnya, tidak mempermasalahkan kedatangan Dhani dan krunya. Asalkan tidak membuat gaduh Kota pahlawan.

“Kalau anda datang baik-baik ke Surabaya, anda konser, silaturahmi, kita terima baik-baik,” katanya.
Tapi ini lain, lanjutnya, anda mau mengobrak-abrik Surabaya dan warga Surabaya tidak takut dengan itu. “Dan saya tekankan lagi, tadi ada kata-kata dari temannya Ahmad Dhani yang mengatakan satu lawan satu. Ini sudah anarkis,” tegasnya.

Mendapat tantangan itu, Gus Maftuh kembali menegaskan, “Jadi anda tidak perlu untuk menantang-nantang warga Surabaya, cukup saya saja Gus Maftuh, ya saya ingatkan lagi, kalau mau nantang, tantang saya saja,” tegasnya.

Dia juga menuding motif aksi 2019GantiPresiden di Surabaya itu sebenarnya ingin mengganti NKRI menjadi Negara Khilafah. Dia pun tak terima jika aksi semacam itu digelar oleh Ahmad Dhani dkk di Kota Pahlawan tersebut.

“Sebenarnya tujuan anda (massa #2019GantiPresiden) ini bukan untuk ganti presiden. Tapi mengganti NKRI ini untuk menjadi Negara Khilafah,” katanya.

Menurut Gus Maftuh, tagar #2019GantiPresiden hanya alibi. Diapun mengaku memiliki bukti-bukti kuat bahwa deklarasi tersebut ditunggangi kepentingan mengganti NKRI dengan Khilafah.

Gus Maftuh enggan membeber bukti-bukti itu. “Kita ada intelijen itu, kita ada intelijen. Ada siapa di belakang mereka itu, kita sudah tahulah,” elaknya.KBID-NAK

Related posts

Jumlah Peserta Rembuk Nasional Aktivis 98 Lebihi Target

RedaksiKBID

Wartawan Mantu, Kapolresta, Ketua DPRD, dan Plt Bupati Sidoarjo jadi Saksi

RedaksiKBID

Fraksi PKS Apresiasi Ishlah Petugas Satpol PP dan Habib Umar

RedaksiKBID