
KAMPUNGBERITA.ID — Ratusan buruh PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) melakukan aksi mogok kerja. Aksi solidartas ini dillakukan untuk meminta pihak perusahan, agar tidak ada Putus Hubungan Kerja (PHK) 82 karyawan, Senin (18/5/2020).
Koordinator aksi, Agus Siswoto saat dikonfirmasi mengatakan, hampir 300 pekerja dari dua mesin pabrik yang diajak berhenti secara mendadak, agar tidak produksi.
Beberapa solusi dna masukan telah disampaikan, dua diantaranya tidak melakukan pengurungan pekerja, dan kedua, yang paling banyak terancam putus kerja dari PT Truba 56 yang rata-rata sudah berkerja lama tidak terdampak kebijakan ini, setidaknya menghargai jerih payah mereka. Sedangkan dari PT Vuva ada 26 pekerja.
“Kita tadi sudah hearing dengan pihak menegemen dengan menyampaikan tuntutan. Belum sampai selesai mereka menutup forum dan keluar ruangan,”kata Agus kepada awak media.
Agus menambahkan, perusahaan berdalih, jika pengurangan pekerja ini merupakan dampak dari Pandemi Covid-19. Padahal, fakta dilapangan tidak seperti itu, dan produksi kemasan untuk Semen Gresik ini lancar saja.
“Kalaupun tidak PHK, yang perhatikan pekerja lama. Dan yang baru 3 bulan hingga 6 bulan, di rumahkan dulu tidak apa-apa ,sambil menunggu covid-19 terkendali, dan bisa kembali bekerja,” ungkapnya.
Pantau dilapangan, ratusan pekerja ini berkumpul di depan pabrik dan akan terus melakukan aksi mogok kerja , hingga tuntutan para pekerja dipenuhi. Dan bisa bekerja normal kembali.
Sementara itu, Hasanudin Jr CSR PT. IKSG mengungkapkan, belum ada pengurangan terkait tenaga kerja. Hanya saja, dua mesin yang ada di pabrik di offkan terlebih dulu, karan ada penurunan permintaan kantong yang disebabkan oleh pandemi korona.
“Intinya perusahaan mengurangi operasional mesin. Belum ada yg dikurangi untuk tenaga kerja,”kata Hasanudin.
Sedangkan untuk vendor, penyedia tenaga kerja PT Truba merencanakan, akan membuat kerja gantian. Semisal dua minggu masuk, dua minggu off. Dan besaran gaji sesuai dengan hari masuk kerja.
” Memang Ada dirumahkan, jika kondisi sdh normal akan dipanggil lagi,”tambahnya. (KBID-Kim)

