KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Tiga Minggu 227 SD-SMP Gelar PTM, Dinas Pendidikan Surabaya Belum Temukan Siswa Terpapar Covid-19

PTM Surabaya
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Sudah tiga minggu pembelajaran tatap muka (PTM) siswa SD-SMP dilaksanakan, namun Dinas Pendidikan Kota Surabaya belum menemukan siswa terpapar Covid-19.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo. Menurut dia, setiap hari sekolah harus melaporkan ke Dinas Pendidikan dalam bentuk video maupun foto.

“Alhamdulillah sampai saat ini kami belum menemukan itu (kasus Covid-19). Mudah-mudahan sampai nanti selamanya kasus seperti yang terjadi di daerah lain tidak terjadi di Surabaya,”kata Supomo, Jumat (24/9/2021).

Dia mengatakan, penentuan boleh tidaknya sekolah menggelar PTM dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Di antaranya, meskipun berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri sudah memperbolehkan PTM digelar 50 persen, namun Dinas Pendidikan Kota Surabaya memilih untuk menggelar dengan kapasitas 25 persen saja. Itu pun tidak semua SD-SMP diperbolehkan menggelar PTM. Khusus jenjang SD yang boleh ikut PTM hanya siswa kelas 6 saja.

“Jadi kami sangat hati-hati sekali. Kami akan melakukan cek dan ricek ketika sekolah mau mengajukan PTM. Pada minggu ketiga PTM ini, masih banyak sekolah di Surabaya yang belum bisa buka. Lantaran kita sudah setidaknya membaca ke depan ada kemungkinan terjadi klaster sekolah, maka itu bentuk kehati-hatian kita,” tandas Supomo.

Mantan Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya ini menjelaskan, dari 984 sekolah SD- SMP baik negeri maupun swasta di Surabaya, hanya 227 yang boleh menggelar PTM. Rinciannya, 138 SD dan 89 SMP.

Dia mengaku sudah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) ketika ada kasus Covid-19 terjadi di sekolah. Siswa yang terpapar akan dirawat sesuai jenis kasusnya, untuk menentukan apakah cukup isolasi mandiri (isoman) di fasilitas kesehatan milik pemerintah. ” Selain itu, juga akan dilakukan tracing untuk siswa yang kontak erat, ” tutur mantan Camat Kenjeran ini.

Lebih jauh, Supomo menyatakan, dalam menggelar PTM, juga dibutuhkan peran orang tua. Dia tidak akan memberikan sanksi untuk orang tua yang tidak memberikan izin anaknya mengikuti PTM.

“Setiap hari ketika akan PTM, daftar hadir sesuai persetujuan orang tua mutlak diterapkan. Selain itu, baik guru dan tenaga kependidikan yang belum vaksin tidak diperkenankan datang ke sekolah,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Kondisi Berangsur Membaik, Pakde Karwo: Polri dan TNI Jamin Keamanan di Jatim

RedaksiKBID

Rektor Unirow Periode 2019-2023 Resmi Dilantik

KBIDTuban

DPRD Surabaya Minta Tiga Layanan Dasar Dimaksimalkan untuk Semua Lapisan Masyarakat

RedaksiKBID