KampungBerita.id
Bumi Malang Peristiwa Teranyar

Tragis, Naik Bentor Guru Besar UM dan Istrinya Meninggal dalam Kecelakaan

Prof Dr Gunadi Hari Sulistyo beserta istrinya Dr. Hj Kun Aniroh, SsT, Par, M.M, M.Pd semasa hidup. @KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Innalillahi Wainnailaihi rojiun, Guru Besar (Gubes) Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr Gunadi Hari Sulistyo meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Kebumen, Jawa Tengah, Jumat (10/1/2020) malam. Ia meninggal bersama istrinya, Dr. Hj Kun Aniroh, SsT, Par, M.M, Mpd saat perjalanan mengunjungi keluarganya.

Berdasarkan data yang dapat, keduanya menaiki becak motor atau bentor dan ditabrak sebuah mobil dari belakang sehingga terpental jauh.

Prof Gunadi adalah dosen Bahasa Inggris di Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM). Di mata mahasiswa, mendiang dikenal sebagai sosok yang luar biasa.

Mahasiswa Sastra Inggris UM, Jasmine Nur mengatakan, sosok Prof Gunadi memang sangat baik. Saat mengajar di kelas, dia sabar meladeni mahasiswanya. Bahkan, dikenal humoris.

“Beliau juga selalu mengingatkan mahasiswanya untuk selalu berbuat baik. Meskipun terkadang hari sudah hampir gelap, tetapi Pak Gun masih semangat dalam mengajar kami,” katanya dilansir TIMES Indonesia. Mahasiswa semester 6 itu pernah diajar Prof Gunadi. Semester depan kelasnya seharusnya diajar kembali oleh Prof Gunadi. Namun, takdir berkata lain.

Sementara, Kun Aniroh, istri Prof Gunadi, merupakan dosen di Program Studi Diploma IV Pariwisata Universitas Merdeka (Unmer) Malang, dosen di Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan dosen di UNISMA.

Menurut Ferry Sandriya, seorang yang pernah menjadi asisten dosen Kun Aniroh di UIN Malang, mengatakan sosok Kun Aniroh dikenal sangat ramah, dermawan dan berkompeten di bidang pariwisata.
Bahkan, mahasiswa mengaku beberapa kali diundang makan bersama alias ditraktir sambil lalu belajar tentang table manner.

“Selama saya menjadi asisten beliau, saya belajar banyak hal. Beliau tidak hanya mengajar tentang mata kuliah, tapi tentang kehidupan. Bagaimana kita bisa mengisi kehidupan dengan hal-hal yang positif,” ujarnya.

Di salah satu grup WhatsApp angkatan Sasing UIN Malang, mahasiswa menyampaikan duka yang mendalam atas kepulangan dua sosok pasangan suami istri yang sangat luar biasa.

Demikian pula di grup Whatsaap mahasiswa pascasarjana UNISMA Malang juga ramai ucapan belasungkawa atas kepergian keduanya.

Keduanya merupakan akademisi yang dinilai getol dalam komitmen dan prinsip. Saat mengajar, Kun Aniroh dikenal sangat telaten kepada mahasiswa. KBID-MLG

Related posts

Praktisi Pendidikan Prihatin dengan Rencana Eri Andalkan Bimbel untuk Akselerasi Kualitas Pendidikan

RedaksiKBID

Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Idul Fitri, Pemkab Bojonegoro Gelar Pasar Murah di Sumberrejo

RedaksiKBID

Tekan Upaya Korupsi, Gubernur Jatim Tandatangani Perjanjian Kerjasama APIP-APH

RedaksiKBID