KampungBerita.id
Bumi Malang Madrasah Teranyar

7 Negara Ikuti Konferensi Internasional Bioekonomi FTP Universitas Brawijaya

Salah satu stan pameran ilmiah saat KLonferensi Internasional yang digelar FTP Universitas Brawijaya di Gedung Widyaloka.

KAMPUNGBERITA.ID – Perwakilan dari tujuh negara mengeikuti Konferensi Internasional Bioekonomi yang menampilkan beragam teknologi yang digelar Fakultas Tehknik Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) di di Aula Widyaloka UB, Selasa (24/10).

Beberapa perwakilan negara yang hadir masing-masing dari Jepang, India, Thailand, Taiwan, Vietnam, Turki, Perancis, Italia Australia dan Belanda. Selain itu, ada 150 delegasi dari lembaga penelitian, universitas dalam dan luar negeri .

Dalam kegiatan tersebut ditawarkan beberapa program yang meliputi semua aspek teknologi di bidang pertanian, pangan, energi dan lingkungan.

Dekan Fakultas Tehnik Pertanian UB, Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc menyatakan, melalui kegiatan tersebut diharapkan akan tercipta atmosfir internasional dan multidispliner yang akan mendorong adanya interaksi antar delegasi dari berbagai negara untuk bertemu, belajar, dan berkomunikasi serta berbagi gagasan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.

“Diharapkan dalam kegiatan ini akan tercipta hubungan yang baik serta transfer keilmuan antar peneliti dari berbagai negara untuk lebih memajukan disiplin ke ilmuan,” ungkapnya.

Sudarminto berharap, agar kegiatan tersebut memberi kesempatan bagi semua peserta dan delegasi untuk membuka pikiran terhadap perspektif bioekonomi dan memberikan cakrawala baru. “Untuk meningkatkan kesadaran semua pihak baik mahasiswa, akademis, praktisi industri serta pembuat kebijakan potensi bioekonomi.” tandasnya.

Sementara Panitia Konfrensi Internasional, Gustin Krisna Wardhani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang digelar FTP.

“Bio ekonomi dapat ditingkatkan perekonomian di Indonesia asalkan dapat memperhatikan manajemen yang bagus sehingga dapat ditingkatkan,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, Indonesia masih lamban dalam memanfaatkan bio ekonomi ketimbang negara-negara Eropa dimana disana sudah menuju Green Industri.

“Hal ini sangatlah penting dan harus segera dilakukan karena Indonesia sangat besar sumbernya,” jelasnya.
Di samping menggelar Konfrensi Internasional, FTP juga menggelar pameran hasil penelitian ilmiah yang dihasilkan oleh para mahasiswa. KBID-ACH

Related posts

Permudah Penanganan Sampah di Sungai, Pemkot Surabaya Pasang Trash Boom

RedaksiKBID

Komisi B DPRD Surabaya Minta Pemkot Tak Tebang Pilih Tertibkan Izin Supermarket

RedaksiKBID

Peduli Dampak Covid-19, Pertamina GRR Tuban Salurkan Paket Bantuan Sebanyak 3 Tahap

KBIDTuban