KampungBerita.id
Bumi Malang Headline Peristiwa

Usai Lombok, Giliran Malang Digoyang Gempa 5,2 SR, Goncangan hingga Jogja dan Bali

Perkiraan titik pusat gempa yang terjadi di Malang, Rabu (8/8)

KAMPUNGBERITA.ID – Gempa bumi Tektonik berkekuatan 5,2 skala richter menguncang wilayah Malang, Jawa Timur, pada pukul 13.09 WIB, Rabu, 8 Agustus 2018. Guncangan gempa dirasakan oleh warga kira-kira lima detik.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, pusat gempa terletak di koordinat 8,80 lintang selatan dan 112,46 bujur timur, atau berlokasi di 13 kilometer di kedalaman laut. Gempa berada di 68 kilometer barat daya Malang.

“Gempa juga dirasakan di Blitar, Tulunggagung, Mojokerto, Lumajang, Yogyakarta hingga Bali,” kata Musripan, Kepala BMKG Karangkates Malang.

BMKG menyatakan, gempa terjadi karena aktivitas subduksi pergeseran lempeng tektonik Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia. Gempa itu dibangkitkan dengan mekanisme pergerakan sumber jenis sesar naik (thrust fault).

Avirista, seorang warga Kota Malang, mengaku bahwa getaran gempa terasa cukup kencang. Saat itu ia melihat gelas yang berada di meja tempat ia berada bergoyang lima detik.

“Terasa saat itu saya sedang berada di lobi DPRD Kota Malang, gelas yang ada di meja bergoyang selama lima detik. Beruntung cuma sebentar, jadi tidak sampai panik berhamburan keluar gedung,” katanya.

Sementara gempa juga membuat semua staf dan pegawai Kejaksaan Negeri Malang yang berada di dalam ruangan dua lantai, berlarian keluar.

Mereka segera menuju halaman luar sambil menunggu guncangan reda. Getaran sangat kuat, juga membuat Kepala Kejaksaan Negeri Kepanjen Kabupaten Malang, Nasriel, ikut berlari ke luar ruangan dari lantai dua.
“Keras tadi. Kenceng banget tadi diatas. Sampai goyang-goyang loh ruangan saya. Mungkin skalanya 5 tadi ya. Kenceng banget getarannya,” terang Nasriel.

Gempa juga terasa kuat di wilayah Kabupaten Blitar dan Tulungagung. Gempa yang berpusat di 68 KM Barat Daya Kabupaten Malang itu memaksa sebagian besar pegawai di instansi berhamburan. Pemandangan panik terlihat di lingkungan Kantor Radio Persada FM, Kabupaten Blitar. Begitu lantai terasa bergerak, semua sontak berlari menjauhi bangunan.

“Takutnya ada bagian bangunan yang ambruk, “tutur Irvan yang kebetulan tengah bertamu di Persada FM Rabu (8/8). Untuk beberapa saat semua bertahan di luar bangunan. Ada yang tidak sempat mengenakan alas kaki. Meski ada tertawa tawa, suasana terlihat egang. Mereka khawatir terjadi gempa susulan. Disisi lain peristiwa gempa di Lombok Nusatenggara Barat, masih terekam kuat.

“Lagipula bangunan radio ini sudah terbilang tua. Rawan ambruk kalau ada gempa besar, “sambung Irvan.
Tidak hanya di perkantoran. Sebagian besar warga yang kebetulan berada di rumah juga memilih berlari menjauhi bangunan. Sujarwoko salah seorang warga Kelurahan Jepun, Kabupaten Tulungagung mengatakan gempa terasa kuat.

“Memang getarannya cuma sekali. Namun terasa kuat, “tuturnya. KBID-MLG

Related posts

Jalan Rusak Parah, Warga Larang Dumtruk Menuju Umbulan Pasuruan

RedaksiKBID

Survei Pilwali Surabaya 2024: Eri Tertinggi, Bayu Airlangga Kuda Hitam

Baud Efendi

Wali Kota dan Wakil Walikota Terpili Diumumkan, DPRD Surabaya Kirim Surat Usulan Pengangkatan ke Mendagri

RedaksiKBID