KampungBerita.id
Peristiwa Politik & Pilkada Teranyar

Timses Caleg Surabaya Persekusi Staf Kelurahan Gara-gara APK, Buchori: Sudah Damai

Cuplikan ketegangan antara timses caleg dan pegawai kelurahan.

KAMPUNGBERITA.ID – Beredernya video di media sosial (medsos) pada Jumat (15/2) terkait aksi seorang warga mengenakan baju hijau menganiaya dan mempersekusi pegawai keluarahan Krembangan Krembangan Utara di Surabaya saat menertibkan Alat Peraga Kampanya (APK) milik salah satu caleg DPRD Surabaya, berbuntut panjang.

Berdasarkan informasi yang didapat, warga tersebut protes karena keberatan alat peraga kampanye (APK) calon legislatif (Caleg) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Buchori Imron yang didukungnya dicopot petugas. Buchori Imron membenarkan bahwa warga yang protes tersebut adalah pendukungnya.

Menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya ini, yang dilakukan pendukungya sebagai bentuk protes. Pihaknya juga mengaku keberatan jika APK miliknya dicopot karena baru dipasang kemarin sore dan langsung dicopot keesokan harinya. Apalagi menurutnya, hanya APK miliknya yang dicopot petugas.

“Jadi begini, kalau tidak salah ada beberapa spanduk yang baru dipasang kemarin sore, ternyata hari ini langsung dicopot. Padahal ada alat peraga kampanye partai lain, kenapa hanya punya PPP yang dicopot,” kata Buchori yang juga menjabat Ketua DPC PPP Surabaya ini.

Buchori Imron

Mengenai polemik yang terjadi antara timsesnya dengan pihak Satpol PP, Buchori mengatakan sudah ada upaya perdamaian.

“Konon katanya sudah damai itu. Sudah rangkul-rangkulan saling meminta maaf. Semalam yang diduga melakukan tindak kekerasan sudah menghadap ke saya,” kata Buchori.

Terkait pernyataan pihak Satpol PP yang akan melaporkan dugaan tindak kekerasan itu kepada polisi, Buchori yang juga menjabat sebagai ketua DPC PPP Surabaya memastikan akan tunduk pada hukum yang berlaku. “Dari saya memastikan akan mengikuti perkembangan. Sudah ada yang urus itu,” ujarnya.

Buchori pun meminta agar semua pihak tidak lagi menyebarkanluaskan video dugaan tindak kekerasan itu. “Mari lah kita jaga kondusifitas jelang Pemilu 2019 ini,” tuturnya.

“Kalau video itu terus viral dan menimbulkan gejolak, ini berarti kan kita tidak menciptakan semangat Pemilu yang damai. Saya pun menyayangkan pihak-pihak yang menjadikan video itu viral,” tambah Buchori.

Di sisi lain, Buchori pun meminta jajaran pemerintah dan penyelenggara serta pengawas Pemilu untuk bersikap bijak dan adil. “Kejadian ini kan dipicu adanya dugaan ketidakadilan dalam penertiban APK,” tegasnya.

“APK saya itu kan menjorok ke dalam, tidak di pinggir jalan. Ada pula beberapa APK milik orang lain. Tapi kenapa hanya punya saya dan beberapa caleg PPP lainnya yang dicopot, tidak hanya dicopot, bahkan dirobek juga? Jadi saya harap kedepannya semua pihak lebih bijak lagi agar konflik tidak perlu seperti ini tak perlu muncul,” pungkas Buchori.

Seperti viral di media sosial, sebuah video seseorang yang mengaku tim sukses salah satu Caleg nampak menampar dan beberapa kali melakukan tindak kekerasan terhadap Rianda Harendino (44), salah satu staf Kelurahan Krembangan Utara.

Sebelum viral, peristiwa pemukulan terjadi pada Rabu (13/2/2019). Kejadian dipicu saat Rianda melihat yang melakukan monitoring di wilayah Jl Kebalen Wetan, melihat APK (Alat Peraga Kampanye) salah satu Caleg DPRD Surabaya dalam Pemilu 2019, yang terlepas pengaitnya sehingga mengganggu pengguna jalan.

Bersama Satpol PP Kelurahan Krembangan Utara, Rianda lalu melepas spanduk tersebut agar tidak mengganggu pengguna jalan dan menyebabkan korban. Selanjutnya dia balik ke kantor.

Namun sesampainya di Kelurahan, ternyata sudah ada Ahmad Damuji, warga Jl Kebalen Wetan VI/6, sekaligus Ketua RT 006/RW 007 Kelurahan Krembangan Utara. Datang dengan hanya mengenakan kaos hijau dan sarung, tanpa alas kaki, Ahmad Damuji mendamprat habis-habisan Riandra. Tak hanya itu, dia juga beberapa kali menampar staf kelurahan tersebut tanpa mau mendengar alasan maupun penjelasan dari korban.

Rianda Harendino kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat (15/2/2019).

Dalam uraian singkat kejadian tentang kasus sesuai Nomor LP: STPL/044/II/2019/Jatim/ Res Pel Tg Perak, Rianda menjelaskan peristiwa bermula saat dirinya melakukan monitoring APK (Alat Peraga Kampanye) di wilayahnya, Rabu (13/2/2019). Saat melintas di Jl Kebalen Wetan, dirinya melihat salah satu APK berupa spanduk salah satu caleg DPRD Surabaya yang alat pengaitnya terputus sehingga tergantung di tengah jalan.

Khawatir bisa mengganggu pengguna jalan dan menyebabkan korban, Rianda dibantu Satpol PP Kelurahan Krembangan Utara melepas spanduk itu dan membawanya ke kantor.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima laporan kasus ini. Menurutnya, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan dengan memeriksa terlapor, saksi-saksi dan sekaligus memanggil pelaku. “Kami akan selalu profesional menjalankan tugas. Siapapun pelapor dan terlapornya pasti akan ada proses hukum yang berlanjut,” tegasnya.

Terkait adanya nama salah satu Caleg yang terkait kasus ini, pihaknya meminta tak ada pihak yang buru-buru membuat kesimpulan. “Kami belum bisa beri banyak komentar ya. Jadi akan kami periksa dulu keterangan pihak-pihak yang terkait. Saya tegaskan lagi, semua laporan yang masuk pasti kami proses,” katanya. KBID-DJI

Related posts

Korban Longsor Gunung Kapur belum Ditemukan, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

RedaksiKBID

Kritik Penanganan Covuid-19, Guru Besar Minta Kepala Daerah Terbuka

RedaksiKBID

Samakan Mega dengan Suu Kyi, Pemilik Akun Facebook Dilaporkan ke Polda Jatim

RedaksiKBID