
KAMPUNGBERITA.ID – Korban longsor gunung kapur di Jember hingga hari ketiga belum ditemukan. Petugas terpaksa mengerahkan anjing pelacak dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur untuk mencari korban longsor di kawasan pertambangan mangaan (Mn) Gunung Kapur Sadeng di Desa Puger Kulon, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Ada dua anjing pelacak yang kami turunkan untuk melakukan pencarian korban yang masih tertimbun longsor,” kata Kepala Regu K-9 Polda Jatim Aipda Agos Sugianto di Kabupaten Jember.
Menurutnya tim SAR gabungan membuat biopori, agar ada celah dan rongga-rongga untuk memudahkan anjing pelacak menemukan adanya tanda-tanda korban, namun sejauh ini masih belum ada hasilnya.
“Tadi ada indikasi satu titik, setelah dilakukan pencarian dengan anjing pelacak. Kemudian dilakukan pengerukan bersama dengan tim Basarnas Jember dan SAR lainnya, namun masih belum ditemukan korban pekerja tambang,” tuturnya.
Sementara Kapolsek Puger AKP Sudaryanto mengatakan pihaknya mendatangkan dua anjing pelacak K-9 Polda Jatim untuk mempermudah menemukan lokasi korban yang masih tertimbun longsor karena penciuman anjing tersebut cukup tajam.
Gunung Sadeng yang merupakan pegunungan menjadi lokasi penambangan mangaan, batu kapur, dan bahan semen di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember tersebut longsor pada Senin (25/3) pagi. Seorang pekerja tambang mangaan PT Cahaya Putra bernama Sucipto (45) warga Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember tertimbun longsor. KBID-JBR

