KampungBerita.id
Matraman Teranyar

Usai Kadinkes Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, Kini Giliran Kabid P2P OTG dan Positif

dr Langit Kresna.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Hasil Swab Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra ternyata positif Covid -19, Kamis (07/05).

Ia menjadi pasien kedua di Kota Mojokerto karena dr Krisna berdomisili di Kelurahan Gununggedangan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, meski ia bekerja di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Dokter Langit memang dikenal sebagai ujung tombak dalam memimpin tim tracing untuk melacak penyebaran COVID-19 di Bumi Majapahit.

Diduga dokter Langit tertular klaster asrama Haji Sukolilo. Pasalnya, anak mantan wakil walikota Mojokerto ini, mengaku mengikuti pelatihan tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) di Surabaya pada 9-18 Maret 2020 lalu.

Saat forum pelatihan itu mencuat menjadi klaster penularan COVID-19, dia memilih melakukan rapid test dan karantina mandiri selama 14 hari.

“Saat itu hasil rapid test saya nonreaktif. Setelah karantina mandiri selama 14 hari, saya kembali bertugas,” kata dr Langit.

Selain menjabat Kabid P2P di Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Langit juga memimpin tim tracing untuk melacak penyebaran virus Corona di wilayahnya. Dia juga dipercaya sebagai Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mojokerto.

Untuk memastikan dirinya aman dari virus Corona,ia mengaku telah dua kali menjalani rapid test. Hasilnya sama-sama nonreaktif. Dia juga menjalani tes swab untuk pertama kalinya pada Sabtu (25/4). Itu setelah Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko dinyatakan positif COVID-19, Jumat (24/4).

“Saya tes swab sebagai bentuk kewaspadaan kami terhadap virus Corona. Hasilnya baru keluar hari ini, saya positif Corona,” terangnya.

Setelah menjalani tes swab pertama, dr Langit mengaku melakukan isolasi mandiri. Sampai hari ini, dokter asal Kota Mojokerto ini masih menjalani isolasi mandiri.

“Saya tergolong orang tanpa gejala. Karena sejak pulang dari pelatihan TKHI sampai sekarang, saya tidak pernah mengalami gejala klinis apapun. Kondisi saya sehat,” tandasnya. KBID-FFA

Related posts

Pokak dan Telur Rebus jadi Andalan Pemkot Surabaya Jalankan Physical Distancing

RedaksiKBID

Gus Muhdlor-Subandi Cetak 100 Milenial Preneur Baru di Sidoarjo

RedaksiKBID

Deadlock Berlanjut, DPD PDIP Jatim Tegaskan belum Ada SK untuk Kepengurusan DPC Surabaya

RedaksiKBID