
KAMPUNGBERITA.ID -Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, sangat memukul angkutan logistik yang tergabung dalam Organda Khusus Tanjung Perak.
Ketua DPC Organda KhususTanjung Perak Kody F Lamahayu mengatakan, dampak pandemi Covid-19 membuat barang impor dan ekspor serta antarpulau menurun. Ini dibarengi menurunnya permintaan kebutuhan masyarakat. Daya beli masyarakat jadi lumpuh total karena setiap orang membatasi dirinya untuk bepergian dan membatasi semua kebutuhan hidupnya.
“Karena itu angkutan atau transport logistik kekurangan barang yang dimuat hingga 30 persen, ” ungkap dia.
Untuk itu, lanjut dia, apabila sampai tiga bulan pandemi Covid-19 tak selesai, maka bisa membuat pengusaha transport logistik gulung tikar atau bangkrut.
Apakah Lebaran nanti tak bisa mendongkrak angkutan logistik? Kody Lamahayu menegaskan, belum bisa diprediksi mengingat PSBB diperpanjang hingga 25 Mei. “PSBB diterapkan di mana-mana.Ini menyulitkan ruang gerak berbisnis dan menurunnya daya beli, ” tandas dia.
Untungnya, tandas Kody Lamahayu, ada instruksi dari Presiden Jokowi semua jalur logistik dan rute truk pengangkut logistik agar tidak diganggu. Sehingga semua barang ekspor- impor dan antarpulau semua bisa berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.”Ya peningkatan belum signifikan, tapi tiap hari tetap ada yang diangkut,”ujar dia.
Karena itu, Kody Lamahayu berharap pandemi Covid -19 ini cepat berakhir agar semua bidang usaha bisa beroperasi sehingga perekonomian masyarakat bisa pulih kembali. KBID-BE

