KampungBerita.id
Kampung Raya Surabaya Teranyar

2024 Targetkan Rp 3,1 M, PDTS KBS Berencana Memobilisasi Pengunjung dan Naikkan Harga Tiket Masuk

Dirut PDTS KBS, Khoirul Anwar.@KBID-2023.

KAMPUNGBERITA.ID-Guna meningkatkan setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi Rp 3,1 miliar pada 2024, manajemen Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) akan melakukan sejumlah terobosan dan inovasi.

Selain memobilisasi pengunjung, PDTS KBS juga akan menaikkan harga tiket masuk ke KBS.

Hal ini disampaikan Dirut PDTS KBS, Khoirul Anwar usai rakor dengan Komisi B DPRD Kota Surabaya, Senin (23/10/2023) sore.

Menurut dia, PDTS KBS akan memobilisasi pengunjung untuk meningkatkan pendapatan. Jika pada 2023 mencapai 2,5 juta pengunjung, maka 2024 jumlah pengunjung ditargetkan naik menjadi 2,8 juta.

“Untuk mewujudkan itu, kita memang perlu melakukan diversifikasi, ada inovasi dan realitas. Selain Surabaya Night Zoo (SNZ) kita juga akan melengkapi dengan membuka Pasar Raya,” kata dia.

Pasar Raya itu, lanjut Khoirul Anwar, nantinya akan melibatkan UMKM di Surabaya. Mereka (para UMKM) nanti akan diundang dan dilakukan penempatan dengan sistem bagi hasil atau sharring.

Dengan target 2,8 juta pengunjung, maka PDTS KBS berharap pendapatan meningkat. Jika pada 2023, PAD yang rencananya disetorkan sebesar Rp 2,5 miliar, maka pada 2024 akan dinaikkan setorannya menjadi Rp 3,1 miliar.

“Itu target PDTS KBS, rencana dari RKB KBS. Dari situ nanti akan banyak event-event di KBS. Tidak hanya Surabaya Night Zoo, tapi juga event-event yang sifatnya mobilisasi pengunjung kerja sama dengan pihak ketiga,”ungkap dia.

PDTS KBS akan bekerjasama dengan lembaga pendidikan PAUD, TK, SD, dan SMP yang ada di Surabaya. Karena mereka itu di bawah koordinasi Pemkot Surabaya.

Bahkan, kata Khairul Anwar, PDTS KBS sudah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk setiap event-event seperti outbond training itu dilaksanakan di KBS.

“Acara seperti itu (outbond training) kita ambil lewat Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), termasuk Bunda PAUD yang diketuai Ibu Rini (istri Wali Kota Eri Cahyadi) yang mana punya event hampir setiap tiga bulan datang ke KBS. Itulah beberapa terobosan yang akan kita lakukan dalam pencapaian target 2,8 juta pengunjung pada 2024, ” beber dia.

Selain memobilisasi pengunjung, jelas Khoirul Anwar, PDTS KBS yang ingin melakukan percepatan pengembang an KBS juga berencana menaikkan harga tarif masuk ke KBS. Harga tiket masuk yang semula dipatok Rp 15 ribu per orang, maka ke depannya untuk Senin hingga Jumat dinaikkan menjadi Rp 20 ribu per orang. Sedangkan saat Week-end (Sabtu dan Minggu) serta hari besar dipatok Rp 25 ribu per orang.

“Itu kenaikan yang kita ajukan ke Pak Wali Kota. Mungkin saat ini masih dianalisa dan ada perhitungan- perhitungan seperti apa. Karena sebenarnya tahun kemarin ini sudah kita masukkan (ajukan), ya kita tunggu saja seperti apa.Jika itu terealisasi, Insya Allah pengembangan KBS akan lebih cepat,”tandas dia.

Khoirul Anwar menilai kenaikan harga tiket masuk itu sebenarnya masih wajar, karena kompetitor KBS seperti Jatim Park dan Taman Safari Prigen itu harga tiketnya Rp 100 ribu per orang, sedangkan KBS hanya Rp 15 ribu. Dengan harga semurah itu otomatis investasi untuk pengembangan pembangunan infrastruktur KBS tidak bisa cepat.

“Untuk itu, kalau supporting infrastruktur bagus, nanti pendapatan pasti mengikuti, “tegas dia.

Sementara Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno menilai langkah yang ditempuh manajemen PDTS KBS dengan melakukan penyesuaian harga tiket masuk adalah wajar. Hanya naik Rp 5 ribu. Apalagi, KBS adalah ikon Kota Surabaya.

“Sekarang ini harga tiket masuk KBS Rp 15 ribu per orang. Penyesuaian yang diajukan ke wali kota menjadi Rp 20 ribu dan Rp 25 ribu di week-end (Sabtu-Minggu) dan Hari Besar. Jadi kenaikan ini masih wajar.
Yang penting, jangan memberatkan atau membebani pengunjung KBS.

Pengajuan kenaikan harga tiket masuk KbS ini ke wali kota kan sudah lama, kenapa belum terealisasi? Anas mengaku tidak tahu pasti. “Ya, mungkin Pak Wali masih menunggu momen yang pas untuk menyesuaikan tarif tersebut, ” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Razia ‘Odol’ di Jembatan Timbang, PJR Hatim II Amankan Puluhan Kendaraan

RedaksiKBID

Pemilu 2024, Demokrat Surabaya Siap Kembalikan Kejayaan

RedaksiKBID

DPRD Surabaya terus Perjuangkan Sertifikasi Tanah Warga Morokrembangan

RedaksiKBID