KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Surabaya Teranyar

Diundang Hearing Insiden Halloween, Pemilik Paradise dan Ambyar Mangkir, Komisi B Minta Satpol PP Lakukan Penyegelan

Hearing di Komisi B batal membahas insiden Halloween karena pemilik Paradise dan Ambyar tak hadir.@KBID-2024.

KAMPUNGBERITA.ID-Komisi B DPRD Kota Surabaya menggelar hearing dengan sejumlah pihak yang terkait dengan insiden Halloween yang merenggut dua nyawa akibat ditabrak pengemudi mabuk sepulang dari tempat Rekreasi Hiburan Umum (RHU).

Pada hearing di ruang Komisi B, Senin (11/11/2024), Komisi B mengundang pemilik tempat hiburan Paradise Night Club, Ambyar Super Club, Satpol PP Kota Surabaya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Himpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Malam (Hiperhu).

Meski OPD terkait dan Hiperhu sudah datang, namun hearing terpaksa ditunda Senin (18/11/2024) depan, karena pemilik Paradise dan Ambyar Super Klub tak hadir.

Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Mohammad Faridz Afif mengatakan, kedua pemilik RHU tidak datang, sehingga pembahasan tidak bisa dilakukan. Kalau pembahasan dilanjutkan akan sia-sia, karena perwakilan RHU yang hadir bukan pemiliknya, sehingga dipastikan tak bisa membuat keputusan.

“Pemilik Paradise dan Ambyar Super Klub tidak hadir. Yang datang hanya perwakilan saja. Sementara kami Komisi B dan Pemkot Surabaya sudah lengkap. Hiperhu juga datang. Untuk itu, mereka kita undang lagi Senin depan, ” ujar dia.

Politisi muda PKB menegaskan, jika pada hearing kedua nanti pemilik kedua RHU itu tidak hadir lagi, maka Komisi B meminta kepada Pemkot Surabaya untuk menindak tegas, yakni dengan melakukan penyegelan terhadap kedua RHU tersebut.

“Kita ingin yang datang adalah pemiliknya, bukan perwakilan, ” tegas dia.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi B, Moch Machmud. Dia menegaskan, jika ada korban dari hiburan malam, Satpol PP harus bergerak cepat, meski perizinannya ada di Pemprov Jatim.

“Ini Surabaya. Kalau perlu kedua RHU itu segel saja dulu, biar jadi pembelajaran buat yang lain. Komisi B akan mendampingi kalau Satpol PP takut menyegel kedua RHU tersebut,” tandas dia.

Untuk itu, lanjut mantan jurnalis ini, jika Pemkot Surabaya tidak bertindak tegas, jangan salahkan pihaknya jika menduga-duga, ada apa dengan Pemkot Surabaya dan hiburan malam?
“Pak Eri Cahyadi sendiri merasa prihatin, kenapa bisa seperti itu, ” ucap dia.

Politisi Partai Demokrat ini juga meminta kepada Hiperhu untuk mengumpulkan pengusaha-pengusaha hiburan malam biar mereka tahu jika ada dua korban melayang, akibat pengendara mabuk usai berkunjung ke hiburan malam. Selain itu, biar mereka ada perubahan.

Anggota Komisi B lainnya, Budi Leksono mengaku geram kepada pemilik kedua RHU yang dinilai tak punya tanggung jawab karena mangkir dari undangan hearing Komisi B.

“Percuma saja pembahasan dilanjutkan karena tidak akan ada titik temu.Yang datang bukan pemiliknya, hanya perwakilan saja,” tandas dia.

Politisi senior PDI-P ini menyebut sampai saat ini pihaknya belum mendengar tanggung jawab kedua RHU tersebut akan kepada keluarga korban. “Anak-anak korban itu masa depannya mau kemana, ” jelas dia.

Sementara itu, Bambang Siswoyo, penanggungjawab Paradise Night Club menginformasikan jika pemilik Paradise tak bisa hadir pada rapat hearing karena ada di Jakarta. “Pemiliknya di Jakarta. Ya, nanti akan kita sampaikan, ” tandas dia.

Dia mengaku, jika pihaknya juga peduli terhadap korban musibah tersebut. “Kita sudah mengunjungi dan memberi bantuan kepada keluarga korban, berupa uang, “tutur dia, tanpa menyebutkan nominalnya.

Lebih jauh, Bambang mengungkapkan jika di Paradise sebenarnya sudah ada driver untuk mengantar pengunjung yang mabuk hingga ke rumahnya.
“Pelaku kemarin itu ia merasa sudah kuat dan masih kuat. Sehingga menolak tawaran untuk diantar driver. Jadi sifatnya kami menawarkan jika ada pengunjung yang mabuk untuk diantar pulang, ” tandas dia.

Lalu, apa untuk mengetahui pengunjung itu mabuk atau tidak? ” Ya dilihat dari jalannya (sempoyongan) apa tidak,”tegas dia.

Setelah kejadian itu, Bambang menandaskan, pihaknya tetap bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP). “Jadi pengunjung yang mabuk kita siapkan driver untuk mengantar sampai tujuan dan selamat, “pungkas dia.

Sementara Ketua Himpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum (Hiperhu) Kota Surabaya, George Handiwiyanto
mendorong agar semua pihak bisa kompak untuk bersama-sama membuat kesepakatan di tingkat kebijakan yang melibatkan eksekutif, legislatif dan juga aparat keamanan (Satpol-PP dan Kepolisian).

Dia meminta agar semua pihak tidak lagi menganggap bahwa RHU ini adalah tempat yang rusak dan tidak bisa diatur, karena tempat usaha ini juga mengurus perizinan, membayar pajak dan sekaligus bisa memberikan lowongan pekerjaan.

Intinya, George berharap agar pengusaha RHU bisa berjalan seiring secara bersama-sama dengan semua pihak terkait.

“Jangan hanya sebatas izin dikeluarkan, tetapi juga berkesinambungan. Jadi bagaimana masyarakatnya senang, yang kerja juga senang, yang datang juga merasa aman. Demikian juga dengan masyarakat di luar sehingga tidak terjadi kecelakaan,”jelas dia.

Sebaiknya, kata dia, sebelum kejadian bisa disampaikan ke organisasi (Hiperhu), agar pihaknya bisa menindaklanjuti ke anggota (RHU). “Jangan setelah kejadian baru ramai-ramai. Tapi ayo berjalan bersama-sama” pinta dia.

George mengaku salut kepada pengusaha RHU yang dengan serta merta memberikan santunan kepada keluarga korban. “Ini soal nyawa. Maka saya salut dengan mereka,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Terapkan Lima Hari Sekolah untuk SD dan SMP

RedaksiKBID

PDIP Optimistis Menangi Pilpres di Surabaya

RedaksiKBID

Ajak Bangun Wacana Positif, Ansor Jatim Minta Polemik Statement Menag Yaqut Diakhiri

RedaksiKBID