KampungBerita.id
Kampung Raya Teranyar

LP2M UIN Malang: Air Bersih dan Sehat jadi Indikator Kesejahteraan Masyarakat Desa

 

Proses pembuatan saluran air pada Program Qaryah Thayibah yang digelar LP2M UIN Malang di Desa Gading Kembar, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.@KBID2025
Proses pembuatan saluran air pada Program Qaryah Thayibah yang digelar LP2M UIN Malang di Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.@KBID2025

KAMPUNGBRRITA.ID – Datangnya musim hujan dapat membawa berkah bagi sebagian besar petani. Namun, bisa menjadi bencana bagi wilayah yang rentan terkena banjir.

Hal ini disebabkan curah hujan yang tinggi sementara drainase (saluran air) yang buruk, serta alih fungsi lahan dari pertanian ke perumahan maupun pertokoan mengurangi daya resap air hujan dan berujung pada terjadinya banjir.

Datangnya musim hujan juga menjadi masalah pada beberapa desa yang mengandalkan sumber air langsung sebagai pasokan utama untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga di Malang.

Lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LP2M) UIN Malang melakukan gerakan turun ke masyarakat melalui program qaryah thayibah di Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang

Dosen UIN Malang sekaligus Koordinator Program Qaryah Thayibah di Desa Gading Kembar, Dr. Khusnudin MEI menjelaskan, program tersebut bertujuan memberikan solusi terhadap berbagai problem masyarakat terjangkau khususnya terkait dengan pencegahan stunting, penanganan kemiskinan ekstrim, dan pengelolaan lingkungan.

Salah satunya, kata dia, memperbaiki tata kelola pasokan air sumber baku masyarakat yang diambil secara langsung.

“Perbaikan tata kelola dimulai dari sumber pasokan air dengan teknologi sederhana melalui proses filterisasi dan pengendapan secara fisik,” jelas Khusnudin, Senin (3/11/2025).

Khusnudin menyebut, berdasarkan data BPS 2024 Jawa Timur, baru sebanyak 94,97 % warga pedesaan di Jawa timur yang memiliki akses sumber air yang layak untuk konsumsi, sisanya tidak masuk kategori layak.

Menurutnya, pasokan air dari sumber tanpa melalui proses penyaringan dan pengendapan akan mempengaruhi kualitas air yang didistribusikan ke rumah penduduk. Curah hujan akan menggerus permukaan tanah bercampur dengan air (membentuk koloid) menyebabkan pasokan air rumah tangga menjadi keruh.

“Tidak heran jika masyarakat di beberapa desa harus membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya saat datang musim hujan. Di sinilah pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk mengelola sumber air baku dengan baik,” ujarnya.

Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang menjadi salah satu yang mendapat sentuhan program Qaryah Thayibah LP2M UIN Malang.

Di desa tersebut, sebanyak 739 kepala keluarga di Dusun Gamping dan Dempok, Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang mendapat pasokan air sumber dari hutan berjarak 5 kilometer yang dialirkan melalui pipa tanpa melalui proses penyaringan.

Warga pun cukup antusias menyambut kehadiran program qaryah thayibah dari LP2M UIN Malang.

“Warga dua dusun di Desa Gading Kembar memiliki harapan baru untuk mendapatkan pasokan air berkualitas dengan harga murah meski datang musim penghujan,” kata Khusnudin.

Dia menambahkan, salah satu program SDGs yang digaungkan oleh pemerintah hingga tahun 2030 adalah memastikan ketersedian dan pengelolaan air, serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua orang.

“Peningkatan kualitas air minum dan sanitasi yang higinies sangat penting untuk kemajuan pembanguan lainnya sekaligus sebagai indikator kesejahteraan masyarakat,” pungkas dia. KBID-MLN

Related posts

Jalan Rusak di Sidoarjo Tersebar di Sejumlah Titik

RedaksiKBID

Dua Tahun Khofifah Pimpin Jatim, PKS Apresiasi Penanganan Covid-19

RedaksiKBID

Arif Fathoni Dinilai Layak Dampingi MA di Pilwali Surabaya

RedaksiKBID