
KAMPUNGBERITA.ID-Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Surabaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) di The Southern Hotel Surabaya, Rabu (5/11/2025). Diskusi dengan tema “Peran Pemuda Membangun Kota Surabaya” ini bertujuan untuk menggali potensi pemuda dalam berbagai sektor pembangunan.
“Melalui kegiatan ini (FGD), kami ingin memantik potensi pemuda, terutama Gen Z yang saat ini sudah menduduki sektor-sektor krusial seperti pemerintahan, pendidikan, kesehatan hingga sektor ekonomi,”ujar Ketua SMSI Surabaya, Iskandar Pribowo sembari menambahkan FGD ini merupakan rangkaian peringatan Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan 2025.
Dia berharap diskusi yang menghadirkan narasumber Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, Muhamad Fikser, Corporate Secretary PT Bank Jatim, Fenti Rischana K, Ketua Asosiasi Pengusaha Cafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO) Jatim, Ferry Setiawan, dan Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Imron Mawardi, ini dapat memunculkan ide-ide inovatif dari 25 perwakilan mahasiswa yang hadir, terutama di bidang UMKM dan literasi digital.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni menegaskan, postur APBD Surabaya 2026 ada kepedulian terhadap generasi muda di Kota Surabaya, yakni Program Pemberdayaan Pemuda Satu RW Rp 5 juta. Di Surabaya sendiri ada 1.159 RW.
Kalau bicara tentang pemuda, kata dia, berarti harus flashback atau kilas balik kepada sejarah perjuangan pemuda. “Jadi setiap peristiwa kebangsaan di Indonesia itu tidak pernah lepas dari kontribusi kaum pemuda,” ungkap dia.
Toni, sapaan Arif Fathoni mengaku, hari ini, suka atau tidak suka, hidup dalam masa di mana kondisi dunia tidak baik-baik saja. Bahkan, Presiden Prabowo dalam setiap kesempatan selalu menyampaikan bahwa kondisi geopolitik global sudah tidak baik-baik saja. Salah satu cara untuk melewati situasi kebangsaan dan dunia yang tidak stabil ini adalah dengan persatuan dan kesatuan seluruh anak bangsa.
Toni menyampaikan ketika mahasiswa Unesa ikut “Lomba Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional” tentang upaya teknologi informasi dalam menaikkan produksi ikan di Krembangan, dirinya mengaku tertarik dengan metode penelitiannya. Kemudian hal ini disampaikan kepada Wali Kota Eri Cahyadi bahwa ini bagus untuk Surabaya agar bisa mendukung program ketahanan pangan, mengingat lahan pertanian yang semakin menyempit dan mahal. “Maka bagaimana menaikkan produktivitas petani tambak di kawasan Timur Surabaya agar bisa mendukung program ketahanan pangan,” beber dia.
Sekali lagi, Toni yang juga mantan jurnalis ini menegaskan, masyarakat harus menyadari bahwa kondisi geopolitik global tidak baik-baik saja.”Sekarang kalau kita komentar di media atau medsos, itu yang menanggapi, komentarnya ngeri-ngeri. Kalau rakyat menganggap penyelenggara negara, eksekutif dan legislatif itu komentarnya tidak sesuai dengan yang mereka harapkan akan “diNepalkan”. Kalimatnya seperti itu,” tandas dia.
Untuk itu, lanjut dia, harus dilihat gejalanya. Kalau kemudian para pemuda ini tidak dibuatkan saluran, maka air yang gemericik akan kemana-mana dan ketika berkumpul akan menjadi tsunami perubahan. Untuk itulah kebijakan Pemkot Surabaya yang akan memberikan program pemberdayaan pemuda atau generasi Z (GenZ) pada 2026 yakni Rp 5 juta per RW ini salah satu Asbabun Nuzul-nya. “Kenapa itu mesti dilakukan? Ya karena kita tidak ingin apa yang terjadi di Nepal itu terjadi di Republik yang kita cintai bersama ini,”pungkas dia seraya menegaskan
pemuda harus menjadi Agent of Truth” atau agen kebenaran dalam menghadapi tantangan kebangsaan di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu.
Corporate Secretary PT Bank Jatim Fenti Rischana K, menyoroti pentingnya literasi dan inklusi keuangan di kalangan pemuda. “Bank Jatim berkomitmen memberikan literasi keuangan melalui produk digital G-Connect Mobile yang dapat diakses oleh semua kalangan,”ujar dia.
Fenti melihat generasi milenial sebagai pasar potensial dalam transaksi keuangan digital dan menekankan perlunya akselerasi layanan digital oleh perbankan.
Dalam kesempatan ini, Ketua Asosiasi Pengusaha Cafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO) Jatim, Ferry Setiawan, mengajak pemuda Surabaya untuk terus berkarya di berbagai bidang, khususnya industri F and B. “Anak muda sebagai penerus bangsa harus mempersiapkan diri dengan baik. Era digitalisasi menuntut pemuda untuk adaptif,”ungkap dia.
Ferry menambahkan, tantangan utama bagi pemuda adalah knowledge, capital, dan network. “Asosiasi seperti APKRINDO hadir untuk menjembatani pemuda dalam membangun kerja sama dan ekosistem yang mendukung,” jelas dia.
Diskusi ini cukup menarik. Bahkan, mahasiswa dari Jambi dan Bali yang kuliah di Surabaya tertarik kesuksesan pembangunan Kota Surabaya dan usaha industri kreatifnya. Mereka akan memanfaatkan ilmu yang diperoleh ini untuk diterapkan di daerah kelahiran masing-masing. KBID-BE

