KampungBerita.id
Kampung Raya Surabaya Teranyar

Seminar Turots Internasional, Digitalisasi Turots Jadi Kunci Dekatkan Generasi Muda dengan Khasanah Nusantara

Seminar Turots Internasional di aula MAN 3 Jombanag .@KBID-2026.

KAMPUNGVERITA.ID-Seminar Turots Internasional digelar di aula lantai dua MAN 3 Jombang, Minggu (30/8/2026). Acara yang digelar Nahdlatut Turots (NT) ini dihadiri 200 pegiat turots dari seluruh Nusantara.

Hadir sebagai narasumber panel pertama Syaikh Prof Mu’taz As-Syubaini dari Damaskus, Syaikh Muhammad Syadi Arbasy (Suriah) dan Prof. Oman Fathurrohman dari UIN Jakarta. Narasumber panel kedua Prof. Islah Gusmian, Direktur Pascasarjana UIN Surakarta dan Prof. Faisal Fatawi dari UIN Malang.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto mengapresiasi kegiatan ini. “Karena turots sebagai sumber pengetahuan, nilai dan kebijaksanaan dalam kehidupan kita, jadi harus terus dikaji dan diteliti,” ujar dia melalui video.

Turots baginya memberikan peluang pengetahuan baru. “Maka harus didigitalisasi secara modern agar generasi muda makin dekat dengan khazanah keilmuan Nusantara,” tandas dia.

Pengkajian turots, lanjut dia, juga bertujuan agar generasi muda makin percaya diri dengan akhlak yang mampu berdiri sendiri. Sehingga bisa berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

Saat menyampaikan materi, Syaikh Syadi menegaskan bahwa turots ulama sebagai kemuliaan bagi umat. “Karena melestarikan karya ulama sebagai sebuah jihad bagi keilmuan untuk para penerus,”ungkap dia.a

Kewajiban umat lslam sekarang, lanjut dia, adalah bagaimana men-tahqiq karya para ulama tersebut. Lalu menyebarkan ilmu di dalam turots itu.

Syaikh Mu’taz menegaskan hal yang sama. Peneliti yang fokus pada manuskrip era sebelum Wali Songo ini mengapresiasi pihak-pihak yang terus bergelut dengan turots ulama Nusantara. Dia memberikan contoh adanya pendapat lmam Syafii yang baru (qodim) dengan pendapat yang baru (jadid). “Itu yang menulis adalah dari ulama Nusantara,” jelas dia.

Prof Oman mendorong NT sebagai sebuah bagian terpenting dalam membangkitkan lslam di Nusantara. “Maka harus bergerak aktif menghidupkan dan menggerakkan roda ekosistem turots ulama Nusantara,”tandas dia.

Dia juga mengajak para peneliti untuk belajar kearifan lokal dari manuskrip di Nusantara. “Karena bangsa lndonesia sudah darurat komitmen nilai, membutuhkan inspirasi dan kebijaksanaan yang bersumber dari warisan tertulis ulama Nusantara,” tambah dia.

Dia menyebut dunia pernaskahan Nusantara membutuhkan regulasi yang berpihak, pemilik yang aktif konservasi, SDM unggul berkualifikasi dan publikasi di semua lini. “Juga perlu didukung kognitif, infrastruktur dan komitmen untuk melakukan rekognisi, afirmasi dan fasilitasi dari negara,”tutur dia.

Nahdlatul Ulama (NU) juga diharapkan memberikan fatwa bahwa melestarikan turots menjadi wajib kifayah. “Tidak perlu menjadi banom atau lembaga, tapi kultural saja sudah cukup untuk terus berjuang bagi peradaban dari turots,” ujar dia.

Sementara ketua panitia, Ahmad Karomi mengakui seminar ini sebagai kegiatan terakhir yang mengiringi Muktamar NU Tambakberas. “Ini sebagai puncak kegiatan NT di Muktamar NU Tambakberas yang enam kegiatan,” jelas dia.

Dia menegaskan bahwa turots sering dipahami khalayak ramai. “Padahal turots adalah kajian keilmuan, sehingga tokoh-tokoh yang diambil inspirasinya dari manuskrip karyanya,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Tabrak Dump Truk, Pemotor di Sidoarjo Tewas

RedaksiKBID

Pastikan Tak Ada Penyekapan Anggota Polri, Kabid Humas Polda Jatim Datangi Ponpes di Madura

RedaksiKBID

Anas Karno Ingatkan Masyarakat Surabaya Tetap Jaga Prokes pada Perayaan Nataru

RedaksiKBID