KampungBerita.id
Headline Kampung Bisnis Kampung Raya Surabaya Teranyar

Pemkot Surabaya Tidak Mampu Bangkitkan Pasar Turi dari Tidur Panjang, Machmud: Kalah dengan Online Pengelola Harus Berinovasi

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Moch Machmud.@KBiD-2026.

KAMPUNGBERITA.ID-Pasar Turi Baru yang diresmikan kembali pada Maret 2022 setelah 15 tahun mangkrak akibat kebakaran 2007 dan konflik pengelolaan dengan PT Gala Bumi Perkasa,
hingga kini masih belum mampu bangkit dari tidur panjang alias masih sepi pengunjung.

Hal ini menjadi perhatian serius DPRD Kota Surabaya, mengingat Pasar Turi merupakan pasar legendaris dan menjadi ikon kota Surabaya. Untuk itu,
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Moch Machmud meminta Pemkot Surabaya punya “kegelisahan” tinggi untuk membangkitkan pasar ikonik tersebut.
“Dari tahun ke tahun memang sudah terlihat seperti itu. Kalau enggak salah terbakar sampai lima kali. Setelah terbakar terakhir dibangun dan sekarang pengunjungnya sedikit. Saran saya Pemkot harus punya kegelisahan yang tinggi. Kegelisahan itu antara lain bagaimana pasar itu bisa bangkit, bisa lagi dimanfaatkan yang baik,”ujar dia di ruang Komisi B, Selasa (13/10/2026).

Cak Machmud, sapaan akrab Moch Machmud mengaku sudah meninjau langsung kondisi di dalam Pasar Turi. “Sekilas saya main-main ke sana, saya lihat di dalamnya Pasar Turi itu sangat bagus. Ada enam lift orang dan dua lift barang serta 42 eskalator, juga stan -stan food court-nya, semuanya bagus. Tetapi kenapa tidak jalan? Kenapa tidak laku? Ya. Semua itu kan ada masalah, ada kendala. Ini yang harus dicarikan solusi bersama,” ujar dia.

Cak Machmud menilai, kendala tersebut harus segera diatasi. Mulai dari masalah usaha, kondisi global, hingga persoalan hukum kepemilikan kios.
“Kalau misalnya itu masalah hukum. Pemiliknya meninggal dunia, pewarisnya siapa? Oh, ini pewarisnya enggak ada. Lalu bagaimana solusinya? Diajak rundingan. Ya, aparat hukum, diajak rundingan cari jalan keluar  bagaimana menghadapi masalah seperti kasus Pasar Turi ini. Karena sudah ada PT dibangun, terus konflik masalah hukum. Kalau tidak, maka ya seperti ini. Korbannya rakyat,” tegas dia.

Lebih jauh, politisi Partai Demokrat ini menyoroti mobilisasi pedagang yang dilakukan selama ini dinilai “semu”. “Saya lihat memang ada mobilisasi, tapi itu semu. Semu itu maksudnya biar kelihatan ramai mendatangkan pengusaha/pedagang Cina. Ini sempat saya tanyakan ke pedagang. Tapi sesaat sepi lagi, nah itu semu,”beber dia.

Cak Machmud menekankan, bahwa pengelola Pasar Turi harus punya inovasi agar bisa bersaing dengan era online. Contohnya menghadirkan kafe, rumah makan, dan event yang menjadi magnet.
“Kenapa yang di mal bisa ramai? Kenapa yang di tempat-tempat lain bisa ramai? Maka harus ada inovasi yang mengikuti perkembangan zaman. Jadi, jualannya itu tidak mesti harus yang berupa online, tapi misalnya seperti rumah makan, kafe, resto yang mendatangkan orang. Mau tidak mau tidak bisa kita makan dengan cara online kan?”ungkap dia.

Mantan jurnalis ini mencontohkan Surabaya Plaza (Delta Plaza) yang dulu sepi kini ramai karena ada perubahan tenant dan promo. “Enggak usah jauh-jauh seperti Surabaya Plaza. Dulu sepi pengunjung sekarang ramai lagi. Hal ini karena ada perubahan di dalamnya. Ada kafe-kafe, ada rumah makan, ada food court-nya, ada lain-lain, promo-produk, sehingga pasar itu jadi ramai lagi,” tegas dia. “Omong-omong orang-orang yang menyebut Pasar Turi menjadi Pasar Turu. Sekarang ini terbukti, turu (tidur) sungguhan. Ya, enggak bisa bangkit. Saran saya harus ada gebrakan. Jangan dibiarkan, sampai kapan? Bangunannya magrong-magrong (berbentuk sangat besar, megah, luas, dan tinggi)
di tengah jalan protokol,” jelas dia.

Cak Machmud menilai lokasi Pasar Turi sangat strategis. Akses jalan sudah diperlebar, TPS dibongkar, dan area parkir kendaraan cukup luas. Bahkan kapasitas parkir kendaraan mampu menampung 1.795 mobil dan 5.200 motor.
“Pasar Turi ini sangat strategis. Ya, jalannya sudah diperlebar. TPS semua sudah dibongkar, diperbaiki. Tempat parkirnya juga luas, tapi kenapa enggak jalan? Coba dipikir,” tanya dia.

Komisi B berencana memanggil pengelola Pasar Turi usai pembahasan APBD 2027. “Sekarang ada pengelola. Pengelolanya diajak bicara, dipanggil ke Pemkot. Untuk itu, ketika Pemkot ini masih belum respons Komisi B punya rencana memang mau mengundang pengelola Pasar Turi itu untuk diajak bicara mencarikan solusi. Kita coba cari solusi yang terbaik. Berat solusinya berat? Ya, pasti ada jalan keluar,” tutur dia.

Kapan rencana itu?”Ini kan kita masuk pembahasan APBD 2027. Setelah itu, kita akan undang untuk bantu cari solusi. Termasuk Pemkot akan kita undang. Bagaimana solusinya itu? Supaya nilai ekonomis bangunan tersebut betul-betul bisa dinikmati pedagang dan masyarakat,” kata dia.

Cak Machmud , juga mengusulkan agar Pasar Turi rutin menggelar event seperti Pekan Raya Surabaya. “Jadi, harus sering mengadakan event-event anak sekolah di situ. Event yang memang itu bisa meramaikan, bukan semu. Ya. Entah itu mobilisasi apa, yang penting itu menjadi magnet di situ. Jadi, di situ nanti ada kegiatan atau event-event apa, termasuk seperti Pekan Raya Surabaya (PRS) sekarang ini. Ya, PRS seperti itu bisa digelar di situ.” KBID-BE

Related posts

Tangani Penularan Covid-19, DPRD Surabaya Tekankan Penguatan Penanganan di Hulu dan Hilir

RedaksiKBID

Pelanggar PSBB di Sidoarjo, Jalani Sanksi Nyanyi ‘Bagimu Negeri’ dan Menyapu

RedaksiKBID

Kejar Target 10 Kursi, Bacaleg Gerindra Surabaya Diperkuat Lima Incumbent

RedaksiKBID