
KAMPUNGBERITA.ID-Komisi C DPRD Kota Surabaya mengecek progres penanganan banjir bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya dalam pembahasan RAPBD 2027 di ruang Komisi C, Senin (26/20/2026).
Ketua Komisi C, Eri Irawan menyebut progres fisik pengerjaan tahun 2026 sudah mencapai 90 persen Sementara penyerapan anggaran belum 100 persen karena masih menunggu pencairan. “Yang pertama, kita mengecek progres tahun 2026 ini. Bagaimana terkait penyerapan anggaran, kemudian realisasi progres fisik. Alhamdulillah untuk progres fisik semua perencanaan ini sudah 90 persen. Meskipun anggaran masih belum terserap semua karena menunggu pencairan,” ujar dia.
Menurut politisi muda PDI-P ini hingga 2026 Pemkot Surabaya sudah membangun di 180 lokasi dengan 51 kilometer. Selain itu, dilakukan normalisasi 964 saluran dari skala lingkungan hingga perkotaan.
Beberapa pengerjaan besar juga dilakukan, seperti normalisasi Kali Jagir dari hulu hingga hilir Wonorejo. Lalu pembangunan bozem di Medokan Ayu, Margomulyo dan beberapa titik lain. “Kita juga punya existing 83 rumah pompa. Tahun ini membangun lagi seperti rumah pompa Nginden Petani, rumah pompa Wonorejo 2. Juga ada peningkatan kapasitas di beberapa titik,” jelas dia.
Dengan upaya tersebut, lanjut dia, tahun ini Surabaya berhasil mengurangi sekitar 50 titik genangan sesuai target. Sementara untuk tahun depan, anggaran DSDABM diajukan Rp 2,15 triliun atau turun Rp 224 miliar dibanding 2026 sebesar Rp 2,3 triliun. “Penurunan ini sebagian karena beberapa pengerjaan besar sudah tuntas. Sisa titik genangan nanti secara berkelanjutan kita selesaikan sampai 2029,” tandas dia.
Mantan jurnalis ini menambahkan, sebagian pekerjaan saluran lingkungan di perkampungan kini sudah ter-cover melalui dana kelurahan (dakel), sehingga beban APBD berkurang.
“Tetapi kita harapkan tidak mengurangi upaya pengendalian banjir dan perwujudan infrastruktur jalan yang baik,” tegas dia.
Dengan progress pengerjaan seperti itu, apakah Surabaya bisa dipastikan bebas banjir saat musim hujan mendatang, Eri Irawan menyebut fokus Pemkot Surabaya adalah mengurangi titik genangan dan lama genangan.
“Kalau mau zero banjir ini kita sudah fokus orientasinya pada mengurangi titik genangan dan lama genangan. Upaya peningkatan kapasitas rumah pompa, penambahan saluran, bozem-bozem ini bagian dari itu. Kita berharap dampaknya tidak signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya,”tegas dia.
Selain APBD, Pemkot Surabaya juga mengalokasikan pembiayaan alternatif sekitar Rp 600 miliar untuk saluran baik tahun 2026 maupun 2027.KBID-BE

