KampungBerita.id
Kampung Raya Olahraga Surabaya Teranyar

Anggota Komisi D Tjutjuk Supariono Minta Cabor atau Klub Amatir Maksimalkan Tenaga Pelatih dari Surabaya

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PSI, Tjutjuk Supariono.@KBiD-2023.

KAMPUNGBERITA.ID-Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Tjutjuk Supariono menyoroti adanya klub atau cabang olahraga (cabor) anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya yang memakai pelatih dari luar daerah. Sementara di Surabaya sendiri banyak pelatih yang masih belum punya pekerjaan.

“Keinginan saya ini kan banyak lulusan Unesa warga Surabaya yang belum dapat pekerjaan,”ujar Tjutjuk.

Karena itu, dia meminta klub atau cabor untuk memanfaatkan keahlian mereka, ketimbang mengambil dari luar Surabaya.

Dari sisi sebagai pelatih, diakui Tjutjuk, mereka itu sudah menimba ilmu empat tahun di Unesa, tapi saat ini nasibnya sangat miris. Lantaran ada sejumlah cabor atau klub amatir di Surabaya masih memakai pelatih dari luar Surabaya.

Contoh sepele saja, menurut Tjutjuk, seni ludruk, wayang dan lain-lain. Itu kan bisa semua seniman ber-KTP Surabaya.

“Yang menggunakan fasilitas Kota Surabaya, ya seharusnya pelatih dan pengurus klub dari Surabaya. Ini kan bisa menunjang agar hegemoni Surabaya sebagai juara umum Porprov enam kali berturut -turut bisa dipertahankan, dan pembinaan atletnya bisa berjalan dengan baik,”tegas politisi PSI ini.

Karena itu, Tjutjuk berharap jika ada peluang kerja buat para pelatih yang bersertifikasi itu, mereka direkrut agar bisa melatih di Surabaya.
“Jangan sampai pelatih-pelatih yang telah memiliki ilmu kepelatihan dari Surabaya ini banyak nganggurnya. Karena ini kan fasilitas Surabaya. Seyogyanya anak Suroboyo menjadi raja di kotanya sendiri, ” tandas dia.

Tjutjuk menyatakan menjelaskan, ketika dirinya survei ke lapangan hoki, ada salah satu klub sofball itu memakai pelatih dari Sumenep. Yang jadi pertanyaan, masak Surabaya tidak memilik pelatih sofball yang mumpuni.

Dari data yang diperolehnya itu, lanjut Tjutjuk, dirinya bisa mengajukan ke Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya bagaimana agar bisa merangkul pelatih-pelatih di Surabaya dengan cara ada perjanjian saat memakai aset Pemkot Surabaya.

Terkait banyaknya keluhan dari sejumlah cabor atau yang kesulitan memanfaatkan fasilitas Pemkot Surabaya untuk mempersiapkan atlet Kota Surabaya di ajang Porprov Jatim, Tjutjuk menegaskan, jika dirinya sudah berulangkali mengingatkan Pemkot Surabaya. Tapi, masih saja banyak keluhan. Pemkot Surabaya
jangan hanya memperhatikan cabor populer saja, cabor non populer seperti atletik, renang, panahan dan lain-lain harus diperhatikan juga. Karena bagaimanapun cabor ini juga menyumbangkan medali emas di Porprov Jatim, PON, maupun SEA Games.

Tjutjuk lantas mencontohkan ada atlet dari cabor atletik ketika dibekap cedera, tak ada campur tangan dari pemkot.
“Tapi kalau yang menyangkut bonus atlet berprestasi saya sangat mengapresiasi pemkot. Pemain belum datang sudah disiapkan bonusnya,” jelas dia.

Dia menuturkan, ketika atlet sudah tak berprestasi lagi karena cedera atau pensiun, tentu ingin berkiprah atau melanjutkan karirnya sebagai pelatih di cabor yang sama.

“Jujur saja orang olahraga dan cerdas secara genetik tidak mungkin menyeberang di pekerjaan yang lain. Pasti fokusnya di cabor yang pernah digelutinya. Artinya ketika dia cedera dan pensiun, larinya pasti jadi pelatih. Hanya saja, saat mencari pekerjaan sebagai pelatih di Surabaya, kalah dari orang lain, ” beber dia.

Seandainya pemkot bisa memberikan gambaran kepada atlet atau mantan atlet dengan memberikan pekerjaan sebagai pelatih di Surabaya, ini kan luar biasa perhatiannya.
“Jangan sampai ketika jadi atlet berprestasi disanjung, tapi ketika pensiun tak dijamah. Ya ketimbang memberikan bantuan, kan lebih mulia memberikan pekerjaan. Mereka lebih senang” imbuh dia.

Bahkan, kalau memungkinkan, Tjutjuk berharap atlet Surabaya yang berprestasi dan mampu membawa nama harum Kota Surabaya di tingkat regional, nasional maupun dunia bisa diangkat Jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surabaya. KBID-BE

Related posts

Sidak Pasar Tradisional. Ketua Satgas Pangan: Harga Bahan Pokok dan Stok Masih Aman

RedaksiKBID

Tinjau Lapangan, Gubernur Khofifah Temukan Bagian Cycle Waterpark Kenjeran Patah

RedaksiKBID

Dukung Pemkot Percepat Penyebaran Vaksinasi Covid-19, PSI Surabaya Buka Sentra Vaksin

RedaksiKBID