KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Atasi Kebocoran, Pansus Raperda Retribusi Parkir Ingin Pemkot Berinovasi dalam Layanan Parkir

Ketua Pansus, Abdul Ghoni Muklas Ni’Am.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Panitia Khusus (Pansus) Raperda) tentang Layanan Pelayanan Parkir di Tepi Jalan, kini sedang menggodok perubahan pasal-pasal, terutama pasal peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya di sektor perparkiran.

Ketua Pansus, Abdul Ghoni Muklas Ni’Am mengatakan, semangat dibentuknya Raperda atas revisi Perda No.8/2012 ini adalah supaya lalu lintas di Surabaya semakin tertib, dan bagaimana peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya dari retribusi parkir.

“Karena menyangkut retribusi, maka perlu kajian akademis,” ujar dia, Kamis (18/3/21).

Politisi muda PDI-P ini menambahkan, di Kota Surabaya ada 1.406 titik parkir. Pansus ingin mengetahui berapa jumlah yang dihasilkan dari titik-titik parkir tersebut per harinya. “Teman-teman Pansus juga inginkan adanya riil parkir, sehingga tidak terjadi kebocoran uang parkir,” ungkap dia.

Lantas Ghoni memberi contoh, misalnya, tempat usaha pribadi yang lahannya juga digunakan untuk parkir dan ditarik retribusi. Ini kemana pelaporannya nya? Belum lagi di tempat yang memang dilarang parkir, namun masih saja parkir dan ditarik retribusi.” Nah, laporan retribusi kemana itu, apakah benar ke Pemkot Surabaya, ” tandas dia.

Lebih jauh, Ghoni yang juga anggota Komisi C DPRD Surabaya ini mengatakan, hal -hal tersebut di atas kalau dikelola dengan baik, maka retribusi parkir yang bocor bisa teratasi. Sehingga pelaporannya tetap ke Pemkot Surabaya yang tentunya akan menambah PAD.

Untuk itu, lanjut Ghoni, Pansus mendesak Pemkot Surabaya agar ada inovasi atau terobosan-terobosan baru soal layanan parkir dalam rangka menyuntik PAD, terutama saat masa pandemi Covid-19 ini.

Dengan terobosan baru, kata Abdul Ghoni, pendapatan parkir di Surabaya yang pada 2020 mencapai Rp 35 miliar diharapkan pada 2021 ini bisa meningkat hingga dua kali lipat.

“Kan menarik ini. Yang jelas, mentalitas juru parkir perlu ditata kembali agar tidak terjadi praktik selingkuh dalam penyetoran retribusi parkir ke Pemkot Surabaya,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Jantung Bocor, Balita Azkiya Terancam Putus Berobat

RedaksiKBID

Komisi X DPR RI Apresiasi Langkah Mendikbud Nadiem Ciptakan ‘Guru Merdeka’

RedaksiKBID

Terkait Layanan BPJS, Dinas Kesehatan Jawa Timur Panggil 115 Rumah Sakit

RedaksiKBID