KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Atasi Kelangkaan Minyak Goreng, Pemkot Surabaya Gelar Operasi Pasar Per Titik 1.200 Liter

Minyak Goreng
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno.@KBID2022

KAMPUNGBERITA.ID – Guna mengantisipasi kelangkaan dan melambungnya harga minyak goreng di pasaran, Pemkot Surabaya secara rutin menggelar operasi pasar di wilayah kecamatan dan kelurahan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Pemkot Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos usai hearing di ruang Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (26/1/2022).

Menurut dia, Pemkot Surabaya, dalam hal ini Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan, telah melakukan operasi pasar sejak 12 Januari 2022 yang tersebar di wilayah kecamatan dan kelurahan. Dan sesuai jadwal Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan, operasi pasar tersebut akan dilakukan hingga 28 Januari 2022.
” Rata-rata per titiknya 1.200 liter atau 100 kotak. Karena isi per kotaknya 12,” ujar dia

Yos, panggilan Fauzie Mustaqiem Yos menuturkan, memang stok minyak goreng saat ini masih langka. Bahkan, kemarin, saat rapat koordinasi dengan sejumlah distributor, seperti Superindo, Alfamart, dan Indomaret, mereka mengakui barang tidak ada di tempat. Jadi, bukan mereka menimbun atau menyimpannya
“Permasalahannya adalah sistem distribusi dari produsen ke retail itu memang masih berhenti, ” ungkap dia.

Apa langkah- langkah yang dilakukan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan, untuk meminimalisasi kelangkaan minyak goreng? Yos menegaskan, pihaknya tetap melakukan operasi pasar. Bahkan, jika sampai 28 Januari 2022 belum klir atau selesai, operasi pasar akan diperpanjang. Karena perintah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi seperti itu.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan sidak di beberapa toko-toko retail. Apabila masih ada kekosongan atau kelebihan harga itu segera dikoordinasikan. Karena ketentuan dari Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 3 Tahun 2022, harga eceran tertinggi minyak goreng adalah Rp14 ribu per liter.

Bagaimana dengan toko kelontong yang menjual di atas Rp 14 ribu? Yos menyatakan jika persoalan ini memang sempat didiskusikan saat hearing dengan Komisi B. Kasihan toko kelontong yang sudah telanjur membeli atau kulakan dengan harga Rp 17 ribu hingga Rp -19 ribu per liter.

“Sementara ini memang belum ada sanksi, karena belum ada aturan yang jelas. Apalagi petunjuk teknis (juknis) dari permendag belum keluar. Kalau misalnya itu dijual dengan harga di atas Rp 14 ribu per liter itu sanksinya seperti apa, aturannya seperti apa, itu belum jelas,”tandas Yos.

Ditanya langkah-langkah untuk mengantisipasi penimbunan? Yos menyampaikan, jika pihaknya sudah menggandeng Polrestabes Surabaya. Bahkan, aparat kepolisian itu juga sudah terjun ke lapangan memantau harga minyak goreng.

Nanti siapa yang nimbun, siapa yang alur distribusinya terputus, mereka nanti akan informasikan pemkot.
” Teman-teman dari reskrim (reserse kriminal) sudah jalan. Sementara ini belum ada temuan,” kata Yos.

Soal permintaan agar UMKM diprioritaskan untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu per liter, Yos mengaku, memang agak berat. Menurut dia, para UMKM memang membutuhkan minyak goreng dan pihaknya terus memberikan support ke UMKM. Tapi memang kondisi seperti ini bukan hanya terjadi di Surabaya saja, tapi nasional.
“Jadi mohon maaf. Para UMKM harus bersabar dulu. Sementara ini sama rata dulu, ” tegas dia.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya , Anas Karno mengatakan, warga mengeluhkan kelangkaan minyak goreng. Karena itu, pihaknya mengundang hearing Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan dan Kepala Bagian Perekonomian untuk berdiskusi bagaimana harga minyak bisa stabil dan terjadi kelangkaan. ” Pemkot sudah melakukan langkah efektif dalam menyelesaikan persoalan ini dengan melaksanakan operasi pasar di tiap kecamatan dan kelurahan, “ujar dia.

Politisi PDIP ini juga meminta distributor yang ada di Surabaya dicek semua. “Ya, kita buka curiga. Tapi supaya tahu posisi masing-masing distributor minyak goreng, apakah minyak goreng itu masih ada atau tidak. Itu yang utama. Supaya bisa didistribusikan atau membantu Pemkot untuk pemerataan. ini agar tak terjadi kelangkaan minyak goreng, “ungkap dia.

Selain itu, Anas juga minta Dinas Koperasi, UMKM da. Perdagangan melakukan pengecekan ke distributor agar tidak terjadi penimbunan.

Tapi yang perlu dipikirkan, lanjut dia, adalah UMKM yang menggunakan minyak goreng untuk usahanya.
Dia meminta pemkot turut memikirkan bagaimana nasib pelaku UMKM terkait kelangkaan minyak goreng. Jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, maka bisa membawa efek pada usaha pelaku UMKM.

“Pelaku UMKM yang menggunakan minyak goreng bila sudah macet maka perekonomian nanti juga akan macet.Makanya, saya sampaikan ke Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan sert Kabag Perekonomian bagaimana peran pemkot harus memberi masukan dan memberi intervensi agar kelangkaan minyak goreng ini bisa teratasi. ” jelas dia. KBID-BE

Related posts

Eri Cahyadi, Machfud Arifin, Fandi Utomo, Armuji, Masuk Bursa Calon Wali Kota Surabaya

RedaksiKBID

Rucita Permatasari Dirikan Sekolah Paud Gratis Bagi Masyarakat Tidak Mampu

RedaksiKBID

Langgar Protokol Kesehatan di Sidoarjo, 25 Orang Disanksi Bersikan Makam

RedaksiKBID